Kerajinan Buatan Santri Paledah Pangandaran Raih Penghargaan dari Kemenpar

26/10/2016 1 Comment
Kerajinan Buatan Santri Paledah Pangandaran Raih Penghargaan dari Kemenpar
Kerajinan Buatan Santri Paledah Pangandaran Raih Penghargaan dari Kemenpar
Kerajinan Buatan Santri Paledah Pangandaran Raih Penghargaan dari Kemenpar

Sejumlah santri di mesjid Al-Mukhtar, Dusun Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tengah membuat kerajinan berupa peralatan rumah tangga dari batok kelapa. Photo: Madlani/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Kerajinan etnik Sunda buhun yang terbuat dari batok kelapa hasil karya santri asal Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, berhasil meraih juara 1 untuk kategori kreatif dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenpar) RI, dalam ajang bergengsi Santripreneur Award 2016 di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Dalam ajang tersebut, sejumlah kerajinan berbahan batok kelapa yang berupa peralatan rumah tangga itu mulai digemari dan diminati para pemburu barang antik dari berbagai daerah di Indonesia.

Penghargaan yang raih menjadi kado istimewa untuk Kabupaten Pangandaran dihari jadinya yang ke-4 ini. Namun sayang, keberadaan maupun hasil karya mereka sampai saat ini belum mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Padahal, kerajinan tersebut sudah membawa nama baik Kabupaten Pangandaran di kancah nasional.

Salah seorang santri asal Desa Paledah, Abuy Maulana, mengatakan, membuat kerajinan dari batok kelapa mulai dilakukan sejak bulan Ramadhan tahun lalu. Tidak hanya batok kepala, para santri di daerah tersebut juga membuat kerajinan dari bambu hitam.

“Sebelumnya kita paling hanya mengikuti pembinaan di daerah Bogor, Bandung, Tasikmalaya dan Banjar. Pembinaan itu dikhususkan buat pemuda yang putus sekolah,” kata Abuy, saat ditemui HR Online, Rabu (26/10/2016).

Dia juga mengaku, bahan-bahan untuk membuat kerajinan itu diperoleh dari hasil swadaya para santri dengan cara memanfaatkan limbah alam yang ada di lingkungannya. Bagi mereka, terperting limbah alam itu dimanfaatkan supaya menjadi barang bernilai jual.

Namun, mereka pun mengaku butuh bantuan dana dan pemasaran dari Pemerintah Kabupaten Pangandaran, melalui instansi terkaitnya. Karena, sampai saat ini belum tersentuh bantuan sama sekali, padahal secara potensinya lumayan menjanjikan dan bisa menjadi oleh-oleh kerajinan khas Pangandaran.

Untuk saat ini, Abuy dibantu oleh remaja mesjid Al-Mukhtar Dusun Paledah, lebih fokus pada produksi. Dia berharap kepada pemerintah daerah melalui dinas teknisnya agar kegiatannya disuport.

“Kalau ada pameran-pameran, anak-anak santri yang berangkat rutin sebulan sekali. Kita ikut dengan Disperindagkop Kota Banjar ke TMII, karena dari Kabupaten Pangandaran belum ada yang mengakses. Mana atuh perhatiannya, padahal kan jelas anggaran banyak tapi sasaran yang dihasilkan tidak ada,” pungkas Abuy. (Madlani/R3/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply