Lereng Bukit Putri Retak, Warga Sukamanah Banjar Resah

29/10/2016 0 Comments
Lereng Bukit Putri Retak, Warga Sukamanah Banjar Resah

Warga menunjukkan longsoran tanah lereng Bukit Putri yang menutupi saluran drainase. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Hujan yang terus mengguyur wilayah Kota Banjar dan sekitarnya, membuat tanah di lereng Bukit Putri, Lingkungan Sukamanah, Kelurahan Pataruman, Kecamatan Pataruman, mengalami retak-retak. Kondisi tersebut membuat warga sekitar resah, khususnya warga di RW.17.

Seperti yang diungkapkan Ujang (60), salah seorang warga setempat. Menurutnya, retakan tanah ini kerap terjadi pada saat turun hujan. Bahkan, tanah dari lereng Bukit Putri pun mulai bergerak turun dan menutupi saluran drainase yang ada di bawahnya.

“Kejadiannya pada hari Rabu tanggal 19 kemarin, saat itu hujan deras dan tanah dari lereng bukit longsor hingga menutupi saluran drainase,” tutur Ujang, ketika ditemui Koran HR, Sabtu (22/10/2016) pekan lalu.

Ketua RW setempat, Usep Yusup, juga mengungkapkan, pergeseran tanah di lereng Bukit Putri memang kerap terjadi, terutama saat turun hujan, sehingga warga yang berada di kawasan bukit menjadi resah.

“Warga di sini memang sering merasa resah jika hujan sedang turun, karena tanah dari lereng bukit kerap longsor. Untuk itu, kami berharap kepada pemerintah untuk segera mengatasi masalah ini,” harap Usep.

Di tepat terpisah, Kepala Kelurahan Pataruman, Ading Amir Ridwan, mengaku, bahwa pihaknya telah melakukan survey ke lokasi pergeseran tanah yang berada di lereng Bukit Putri. Dia pun menghimbau kepada warga untuk selalu waspada dan siaga terhadap kemungkinan terjadinya longsor.

“Berdasarkan survey, apabila intensitas hujan terus tinggi, hal ini akan memungkinkan terjadi longsor,” kata Ading, saat dihubungi Koran HR via ponselnya, Senin (24/10/2016) lalu.

Pemerintah Kelurahan Pataruman sendiri sudah melaporkan kejadian tanah retak ini kepada walikota, BPBD, Camat Pataruman, serta instansi terkait lainnya. Pihaknya pun berharap untuk secepatnya ditanggulangi agar tidak mengakibatkan longsoran yang lebih besar. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!