Pasca Operasi Pemisahan, Salah Satu Bayi Kembar Siam di Ciamis Meninggal Dunia

08/10/2016 0 Comments
Pasca Operasi Pemisahan, Salah Satu Bayi Kembar Siam di Ciamis Meninggal Dunia

Saat proses pemakaman jenazah bernama Gesya Ummaya Ramadani, seorang bayi kembar siam, di TPU Barak Panoongan, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Foto: Deni Supendi/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Setelah sebelumnya berhasil menjalani operasi pemisahan tubuh di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Selasa (27/09/2016) lalu, salah satu dari bayi kembar siam anak pasangan Gina dan Syarip Maulana, yakni bernama Gesya Ummaya Ramadani, akhirnya meninggal dunia, Jumat (7/10/2016), sekitar pukul 06.10 WIB. Bayi malang itu meninggal akibat kondisinya terus memburuk setelah dipisahkan dari saudaranya kembarnya.

Dari informasi yang dihimpun HR Online, Gesya Ummaya Ramadani dilahirkan berdempetan atau tubuhnya menempel dengan saudara kembarnya. Namun, meski kondisi Gesya pasca dioperasi terus memburuk dan akhirnya meninggal, tetapi saudara kembarnya, yakni Gisya Ummaya Ramadani, kini kondisinya terus membaik.

Gesya yang sudah berusia tiga bulan ini meninggal dunia saat masih mendapat perawatan di RSHS Bandung. Jenazah Gesya dari Bandung langsung pada hari itu juga dibawa menggunakan mobil Ambulance ke rumah duka di Lingkungan Panoongan, Kelurahan Ciamis, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Jenazah sempat disholatkan di mesjid setempat dan kemudian dikebumikan di pemakaman Barak Lingkungan Panoongan.

Ayah Bayi, Syarif Maulana, mengaku sudah mengikhlaskan kepergian anaknya untuk selamanya. Dia mengatakan, dirinya terus mendampingi kedua anaknya pasca dilakukan operasi. “Sampai Gesya meninggal pun saya berada di sampingnya,” ujarnya.

Namun begitu, Maulana mengaku masih bersyukur kondisi Gisya Ummaya Ramadani, saudara kembar Gesya, saat ini kesehatannya dalam kondisi baik. Namun, Gisya kini masih dirawat di ruang bayi RSHS Bandung untuk peningkatan pemulihan kesehatannya.

Sementara itu, menurut Ketua RT setempat, Heru, pasca dioperasi, kondisi Gesya terus memburuk. Menurut tim medis RSHS, Gesya bisa bertahan hidup apabila menggunakan bantuan alat pada tubuhnya. “Jadi, kalau pun Gesya bisa bertahan hidup, selamanya harus bergantung kepada alat,” imbuhnya.

Heru menambahkan, saat tubuh Gesya masih menempel di tubuh saudara kembarnya, kondisinya masih membaik. Tetapi, setalah dilakukan operasi, kondisinya malah memburuk. “Dari keterangan dokter bahwa kondisi Gesya bisa membaik sebelum dioperasi, karena mendapat suplai dari organ milik saudara kembarnya,” ujarnya. (Den/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!