Pasca Terjadi Bencana, Wisatawan Pangandaran Anjlok 95 Persen

20/10/2016 0 Comments
Pasca Terjadi Bencana, Wisatawan Pangandaran Anjlok 95 Persen

Kawasan Objek wisata pantai Pangandaran diambil dari udara. Foto: Ist/Net

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pasca ambruknya jembatan penghubung di Kabupaten Pangandaran beberapa waktu lalu ternyata membuat dampak penurunan serius pada sektor pariwisata. Bahkan mencapai hingga 95 persen.

Acil, salah satu pedagang di Pangandaran, mengaku dagangannya sama sekali tidak laku. Pasalnya tidak ada pembeli, khususnya wisatawan.

“Biasanya pada Juma’at sore dagangan saya sudah lumayan banyak yang terjual. Tapi setelah bencana banjir dan ambruknya jembatan wisatawan jadi enggan ke Pangandaran,” katanya, kepada Koran HR, Senin (17/10/2016).

Sedangkan menurut salah satu pengusaha hotel yang enggan disebutkan namanya, mengaku dampak bencana yang terjadi di Pangandaran juga menimpa usahanya. Pasalnya, selama menjelang weekend, tidak ada seorang pun yang memesan hotelnya.

“Kalau menjelang bulan November biasanya wisatawan memesan pada bulan Oktober. Namun saat ini tidak ada satupun yang memesan. Ini sangat merugikan usaha kami,” jelasnya.

Kerugian sektor wisata di Pangandaran juga ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata, Muklis. Menurutnya, penurunan tersebut mencapai angka 95 persen.

“Tidak seperti hari biasa, wisatawan kali ini turun drastis, khususnya weekend,” jelas Muklis, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pangandaran, kepada Koran HR, Senin (17/10/2016).

Meskipun sedang terpuruk, Muklis berharap dengan pembangunan jembatan yang tengah dikerjakan bisa segera selesai. Hal tersebut ia yakini bisa mendobrak kembali PAD Pangandaran melalui lonjakan wisatwan yang datang ke Pangandaran.

“Mudah-mudahan awal November jembatan sudah bisa digunkan lagi. Apalagi menjelang perayaan tahun baru,” harapnya.

Lebih lanjut, ia juga mengaku dampak penurunan wisatawan ke Pangandaran disebabkan banyaknya cibiran masyarakat melalui media sosial (medsos). Pasalnya, melalui teknologi baru tersebut sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga lingkungan agar bencana tidak terjadi lagi, terutaman jangan sampai buang sampah sembarangan,” tutupnya.

Ditempat terpisah, Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengakui jika wilayahnya sedang terpuruk akibat bencana yang terjadi. Bahkan ia dengan jujur mengatakan Pangandaran lumpuh karena jembatan ambruk.

“Pemkab Pangandaran dan Provinsi Jawa Barat sedang berusaha memulihkan kembali keadaannya melalui pembangunan jembatan. Kami berharap masyarakat agar tetap bersabar,” katanya. (Ntang/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!