Pesantren Tahfiz MD Fatahillah Ciamis Cetak Generasi Qur’ani

04/10/2016 0 Comments
Pesantren Tahfiz MD Fatahillah Ciamis Cetak Generasi Qur’ani

Sejumlah santri Pesantren Tahfiz Quran MD Fatahillah Dusun Desa, RT 05 RW 08, Desa Saguling Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, tengah menghafalkan Al Qur’an. Photo: Heri Herdianto/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pesantren Tahfidz Quran MD Fatahillah, Dusun Desa, RT 05 RW 08, Desa Saguling Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, berupaya untuk mencetak generasi Qur’ani. Selain itu pesantren ini juga ingin membentengi generasi bangsa dari dampak buruk perkembangan jaman dan tenologi yang kian pesat.

Pengelola dan Penanggungjawab Santri, Aep Saepudin, ketika ditemui Koran HR, Selasa (27/09/2016) pekan lalu, mengatakan, pihaknya diberi mandat oleh Pimpinan Yayasan, Hj. Lies Kusmana dan Prof dr Dede Kusmana untuk mengelola pesantren tahfiz.

Aep menuturkan, pesantern Tahfiz Quran MD Fatahillah memiliki target menghafal Al-Quran sebanyak 30 juzz dengan metode murojaah atau disebut dengan metode mengulang hafalan.

“Kita disini memiliki metode mengapal murojaah, dimana santri terus mengulang apa yang dia hafalkan,” ungkapnya.

Menurut Aep, dalam menghafal Al-qur’an para santri dipersilahkan untuk menghafal di tempat atau di lingkungan pesantren, seperti ruang perpustakaan dan lainnya. Namun ada waktu yang difokuskan untuk menghafal di dalam masjid, seperti pada waktu setelah shalat subuh, setelah solat ashar dan shalat magrib.

Metode mengulang hafalan yang diterapkan kepada para santri ini sangat sederhana. Namun dampaknya luar biasa karena santri tidak hanya terus-menerus membaca dan mengucapkan, tetapi mereka secara otomatis mengingat apa yang dihafalkan.

Di pesantren ini, kata Aep, para santri banyak interaksi dengan Al-quran. Hampir setiap hari mereka membaca Al-quran. Hanya saja mereka diberi libur pada hari ahad untuk memberikan kesempatan istirahat.

“Dengan menghafal Al-qur’an mereka melatih kesabaran, kedisiplinan, ketekunan dan kesungguhan. Sehingga banyak yang didapat dari membaca dan menghafal kitab suci umat muslim ini,” katanya.

Dalam satu hari, santri mampu menghafal satu hingga dua halaman. Bahkan ada yang sampai tiga halaman. Santri harus menyetorkan hafalannya tiap pagi secara langsung (murojaah) dengan disimak oleh temannya ataupun guru tahfidz.

Saat ini, pesantren Tahfiz Quran MD Fatahillah memiliki 27 santri putra, sebanyak 4 santri sudah hafal 30 juz. Para santri ini berasal dari berbagai kota, seperti Ciamis, Tasik, Garut, Subang, Bekasi, Jakarta, Tanggerang, Bogor, Kalimantan, Padang, Tegal, Lamongan, Batam, Lombok, NTT dan lain-lain.

Aep menjelaskan, Pesantren Tahfiz Quran MD Fatahillah didirikan tahun 2011 dan telah meluluskan sekitar lebih dari 50 santri hafiz al-quran. Santri pesantren Tahfiz Quran MD Fatahillah maksimal berumur 20 tahun dan minimal SMP.

“Kami berharap pesantren Tahfiz Quran MD Fatahillah dapat melahirkan santri yang berakhlak lurus, menjadi tauladan dan siap berdakwah dalam kebenaran. Untuk menghafal Qur’an, yang perlu kita luruskan dulu adalah niatnya. Niat lillahi ta’ala, niat karena Allah, bukan karena yang lain. Orang tua, keluarga dan lingkungan berperan besar bagi seorang hafidz untuk menghafal dan menjaga hafalan,” katanya. (Heri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!