Progam BSPS Digulirkan di Tiga Kecamatan di Pangandaran

25/10/2016 1 Comment
Progam BSPS Digulirkan di Tiga Kecamatan di Pangandaran

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bantuan rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) tahun anggaran 2016 di Kabupaten Pangandaran, sudah digulirkan pada bulan Agustus dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Nopember mendatang. Program ini digulirkan di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Parigi, Padaherang dan Pangandaran.

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya masuk kategori rumah tidak layak huni dengan target perbaikan rehab ringan dan sedang.

Kabid Ciptakarya Dinas Pekerjaan Umum, Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran, Ade Kiswaya, mengatakan, program BSPS di Pangandaran tahun ini dibagi menjadi dua program, yaitu progam BSPS Reguler dengan total bantuan sebesar Rp. 5.840.000.000,- dan program BSPS Strategis sebesar Rp. 3.725.000.000,-.

“Program BSPS Reguler digulirkan di dua desa di Kecamatan Parigi, yakni Desa Parakanmanggu sebanyak 213 unit dan Desa Selasari 187 unit dengan total  seluruhnya sebanyak 400 unit. Untuk di Kecamatan Parigi, tahap pertama sedang berjalan dan kini pengerjaannya sudah mencapai 50%,”kata Ade, kepada Koran HR, Senin (17/10/2016) pekan lalu.

Ade menambahkan, program BSPS Strategis digulirkan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Padaherang dan Pangandaran. Di Kecamatan Padaherang, program ini disalurkan ke Desa Padaherang sebanyak 46 unit dan Desa Kedungwuluh 60 unit. Sementara di Kecamatan Pangandaran, disalurkan ke Desa Pananjung sebanyak 64 unit, Desa Pangandaran 31 unit dan Desa Purbahayu 46 unit.

“Pengerjaan program BSPS Strategis tahap pertama juga saat ini tengah berjalan dan ditargetkan selesai pada akhir bulan Nopember,” katanya.

Ade menjelaskan, bantuan ini diperuntukan bagi warga yang berpenghasilan rendah dengan klasifikasi kerusakan rumah dengan kategori ringan dan sedang. Jumlah nominal bantuan yang disalurkan pun bervariatif dari mulai Rp. 10 sampai Rp. 15 juta per penerima.

“Ada kriteria khusus yang dijadikan syarat untuk mengukur warga yang berhak mendapat bantuan ini. Diantaranya atap rumahnya minimal harus menggunakan asbes atau genting, pada lantainya tidak dari tanah melainkan diplester, dan juga pada dindingnya bukan dari bilik bambu, tapi dinding batu bata.

“Sementara program BSPS untuk rumah yang kerusakannya berat atau dana bantuannya sebesar Rp. 30 juta per penerima, belum digulirkan di Kabupaten Pangandaran,” katanya.

Ade menambahkan, untuk petugas tim teknis pelaksanaan dan pengawasan, yakni terdiri dari petugas gabungan yang direkrut dari Dinas terkait, Kecamatan, Pemerintah Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas.

Menurut Ade, program BSPS ini sistemnya lebih kepada program pemberdayaan masyarakat dan setiap 50 sampai 70 unit rumah didampingi oleh satu orang fasilitator. “Masyarakat dibantu oleh fasilitator pendamping yang bertujuan untuk mengarahkan pembelanjaan uang bantuan agar tepat sasaran dan digunakan sebagaimana mestinya. Hal itu dilakukan untuk mencegah uang bantuan disalahgunakan oleh si penerima,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply