Program Penanaman Kopi, Lahan Perhutani di Cipaku Ciamis Disorot

29/10/2016 0 Comments
Program Penanaman Kopi, Lahan Perhutani di Cipaku Ciamis Disorot

Photo: Ilutrasi net/Ist

Berita Ciamis, (harapanarakyat.com),-

Penanaman tanaman kopi di lahan milik Perum Perhutani di wilayah Desa Sukawening, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat jadi sorotan. Pasalnya, pembukaan lahan kopi secara besar-besaran justru akan berdampak terhadap ekosistem.

Sumber Koran HR yang enggan disebutkan identitasnya mengatakan, pembukaan lahan Perhutani secara besar-besaran untuk ditanami kopi akan berdampak terhadap ekosistem. Terlebih, beberapa waktu belakangan ini babi hutan dan gerombolan monyet turun gunung akibat habitat mereka terganggu.

“Bahkan, kasus terakhir adalah macan tutul yang berhasil ditangkap warga setelah masuk ke kawasan penduduk. Tidak menutup kemungkinan, pembukaan lahan kopi itu juga akan mengganggu habitat hewan yang ada di hutan,” katanya.

Menyikapi hal seperti itu, kata dia, harus ada upaya dari pemerintah, baik pemerintah daerah, provinsi atau pusat untuk menyelamatkan Gunung Sawal melalui Gerakan Nasional dan Reboisasi Hutan Lindung (GNRL).

H. Oban, tokoh masyarakat setempat, ketika ditemui Koran HR, Senin (24/10/2016) lalu, mengatakan, akibat pembukaan lahan dan penanamn kopi di areal lahan Perhutani mengakibatkan sumber mata air terganggu.

Menurut Oban, penanaman kopi di bawah tegakan hutan merupakan langkah positif yang dilakukan oleh Lemabaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) maupun kelompok tani hutan. Namun, tanpa jika tidak memperhatikan aspek justru bisa menimbulkan dampak yang negatif.

Cecep Engkus, warga Dusun Sukasari, Senin (24/10/2016) lalu, mengatakan, luas lahan milik Perhutani yang direncanakan akan dibuka untuk ditanami kopi mencapai 40 hektar. Meski begitu, dia mengaku tidak mengetahui secara total luas wilayah yang kini dikuasai Perhutani. (Dji/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!