Ratusan Hektare Sawah di Pangandaran Masih Terendam Banjir

19/10/2016 0 Comments
Ratusan Hektare Sawah di Pangandaran Masih Terendam Banjir

Hingga saat ini, ratusan hektare lahan sawah di Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, tampak masih terendam banjir. Photo: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ratusan hektare lahan sawah di Blok Liposos, Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih terendam banjir hingga ketinggian air mencapai 4 meter.

Dadi, salah seorang pemilik sawah, mengatakan, Blok Liposos merupakan salah satu areal pesawahan terluas dan juga salah satu lumbung padi nasional ini selalu menjadi langganan banjir. Secara otomatis hal itu sangat merugikan para petani.

“Banjir yang terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai. Hujan yang terjadi di beberapa daerah di hulu Sungai Citanduy, yakni Tasikmalaya dan Ciamis, membuat debit air sungai meluap hingga merendam lahan pesawahan di daerah ini,” tuturnya, kepada HR Online, Rabu (19/10/2016).

Karena, jika hujan turun di dua daerah tersebut, imbasnya Sungai Citanduy meluap dan areal pesawahan kembali terendam, meskipun di Kabupaten Pangandaran tidak terjadi turun hujan.

“Untuk menanam padi di sawah, lebih baik saya menunggu sampai cuaca benar-benar membaik, baik di wilayah Kabupaten Pangandaran, ataupun di daerah hulu Sungai Citanduy,” kata Dadi.

Senada disampaikan Kasimin, petani lainnya yang memiliki sawah di Blok Liposos. Dia mengaku lahan sawah miliknya berada di bagian tengah, sehingga kalau banjir air surutnya selalu lama.

“Saya juga sependapat dengan apa yang disampaikan Dadi, lebih baik menunggu cuacanya benar-benar bagus. Kita berkaca pada pengalaman yang pernah terjadi, di mana kurang lebih 900 hektare sawah ramai-ramai ditanami padi oleh para petani, karena kondisi sawah mengering dan tidak ada hujan,” tuturnya.

Namun, lanjut Kasimin, ketika umur padi tiga minggu, tiba-tiba air dari Sungai Citanduy meluap dan masuk ke areal pesawahan. Akibatnya tanaman padi pun terendam semua, bahkan sampai tidak terlihat lagi, yang ada hanyalah hamparan air memenuhi lahan sawah.

Kasmin menambahkan, banjir tidak saja melanda areal pesawahan di Blok Liposos, tapi juga areal pesawahan di Blok Pasirbedil, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran. Banjir yang merendam lahan sawah di dua lokasi tersebut selalu memakan waktu hingga berbulan-bulan lamanya.

“Saking lamanya terendam banjir sampai-sampai tanaman padi mati. Untuk itu, bencana banjir ini harus ada solusinya, agar para petani bisa panen normal seperti di daerah lain. Karena dalam satu tahun, di daerah ini hanya satu kali panen saja, itu pun kalau musim kemarau,” tandasnya. (Ntang/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!