Sengketa Tanah, FMDSH Minta Pemkab Pangandaran Bentuk Tim IP4T

03/10/2016 0 Comments
Sengketa Tanah, FMDSH Minta Pemkab Pangandaran Bentuk Tim IP4T

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (haraparakyat.com),-

Permasalahan sengketa tanah antara masyarakat dengan Perhutani di Desa Bangunjaya dan Desa Sirnajaya, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, masih terus bergulir. Meski sudah dilakukan mediasi antara kedua belah pihak yang difasilitasi DPRD Pangandaran, belum lama ini, tetap saja belum ada titik temu. Malah proses mediasi tersebut tidak menghasilkan kesepatakan apapun, karena kedua belah pihak ngotot mempertahankan argumennya masing-masing.

Ketua Forum Masyarakat Desa Sekitar Hutan (FMDSH) Kecamatan Langkaplancar, Oteng Dakik Solehudin, mengatakan, pihaknya akan terus berupaya untuk memperjuangkan hak-hak pemilik lahan yang tanahnya dicaplok oleh Perhutani. Pihaknya, kata dia, dalam waktu dekat akan melayangkan surat permohonan ke Pemkab Pangandaran terkait pengajuan pengembalian lahan hak adat yang dicaplok Perhutan.

“Kami mendorong kepada Bupati Pangandaran agar membuat penegasan bahwa hak atas tanah adat yang berada di kawasan hutan harus dilindungi. Untuk membukitkan adanya pencaplokan tanah adat oleh Perhutani, kami pun meminta Pemkab turun ke lapangan dan membentuk Tim IP4T (Inventarisasi Penguasaan, Pemilikan, Penggunaan, dan Pemanfaatan Tanah) untuk melakukan pengukuran ulang. Hal itu agar jelas mana batas tanah milik masyarakat dan Perhutani,”kata Oteng, kepada Koran HR, Selasa (27/09/2016) pekan lalu.

Oteng menambahkan, dalam membentuk tim IP4T, sebenarnya teknisnya bisa dilakukan oleh pemerintah desa atas dasar perintah bupati. “Namun, perlu diluruskan bahwa proses pengukuran ini bukan redis, tapi untuk memperjelas dan menjawab permasalahan persengketaan tanah antara masyarakat dengan Perhutani. Artinya, dalam proses ini masyarakat bukan meminta tanah Negara. Justru ada tanah masyarakat yang dicaplok oleh Perhutani dan diklaim masuk ke dalam bagian tanah Negara, “ tegasnya.

Menurut Oteng, terkait penyelesaian sengketa batas tanah di kawasan hutan sudah diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) no 79 tahun 2014, Menteri Kehutanan no PB.3/Menhut-11/2014, Menteri Pekerjaan Umum no  17/PRT/M/2014 dan Kepala Badan Pertanahan Nasional RI no 8/SKB/X/2014 Bab II pasal 2 ayat (1) dalam rangka penyelesaian hak ulayat dan penguasaan tanah yang berada di dalam kawasan hutan.

“Dalam aturan tersebut disebutkan bahwa dalam penyelesaian sengketa tanah tersebut pemerintah daerah harus membentuk Tim IP4T. Dan kami akan terus mendesak Pemkab agar segera membentuk tim IP4T,” katanya.

Oteng mengatakan, pihaknya sudah memiliki data dan bukti adanya pencaplokan tanah hak adat oleh Perhutani. Data tersebut berupa peta dan bukti-bukti berupa berkas kepemilikan yang sah secara hukum. “Tanah yang dicaplok di Desa Bangunjaya seluas 58 hektar yang terdiri dari tanah masyarakat seluas 28 hektar dan tanah kas desa seluas 30 hektar,”katanya.

Oteng menegaskan, disamping merugikan masyarakat, adanya pencaplokan tanah oleh Perhutani juga telah mengakibatkan kerugian negara dari sektor Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Karena sejak tahun 1990 bukti kepemilikan pada SPPT atas tanah tersebut sudah dihapuskan. 

Semetantara itu, FMDSH Kecamatan Langkaplancar, melansir daftar permohonan pengajuan pengembalian tanah hak adat yang diduga dicaplok oleh Perhutani di wilayah Desa Bangunjaya. Yakni, tanah di blok Cingenca seluas 18 hektar milik Uyun bin Wiharja, tanah di blok Cioray milik Jamal seluas 5 hektar, tanah di blok Cikangkung milik Suhyana (suki/ining) seluas 5 hektar, tanah di blok Cikangkung Tanah milik Kas Desa Bangunjaya luas 15 hektar, tanah di blok Pasirangas seluas 5 hektar, tanah di blok Nangerang seluas 10 hektar.

“Jadi, total tanah yang dicaplok Perhutani seluruhnya seluas 58 hektar. Sengketa lahan ini sudah terjadi sejak tahun 1995 dan sampai sekarang belum diselesaikan,” pungkasnya. (Mad/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!