Setelah Masa Tanggap Darurat, Pemkab Pangandaran Fokus Penanganan Dampak Bencana

23/10/2016 1 Comment
Setelah Masa Tanggap Darurat, Pemkab Pangandaran Fokus Penanganan Dampak Bencana

Bencana yang terjadi di wilayah Kabupaten Pangandaran. Photo: Dokumen HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Derah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, memperpanjang masa tanggap darurat banjir dan longsor. Semula, masa tanggap darurat hanya berlaku dari 10-16 Oktober, kini menjadi 17-23 Oktober.

Hal itu terungkap saat Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, menggelar rapat kordinasi bersama Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja, terkait pendataan dampak bencana yang menimpa wilayah Pangandaran, Senin (17/10/2016) pekan lalu.

Menurut Jeje, pendataan dampak bencana alam melibatkan desa dan kecamatan. Dalam kesempatan itu, Jeje juga menginstruksikan kepada setia Kepala Desa untuk memberikan pemahaman kepada pelaku penebangan hutan, baik perseorangan atau kelompok. 

Kemudian, Kepala Desa juga diminta membuat pemetaan lokasi hutan yang gundul, menginventarisasi sungai-sungai yang sempit.

“Dalam masa transisi penanganan dampak bencana, rumah rusak harus didata dan diintarisasi secara akurat. Kami sudah menyiapkan 4000 asbes untuk mengganti rumah yang rusk akibat puting beliung,” katanya. 

Senada dengan itu, Sekda Pangandaran, Mahmud, SH.,MH, membenarkan status masa tanggap darurat diperpanjang sampai 23 Oktober 2016. Menurut dia, pada masa ini pihaknya juga fokus pada penanganan jembatan Putrapinggan. (Mad/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

    Leave a Reply