Tingkatkan Minat Baca di Banjar, RBK Safari Literasi di Sekolah

09/10/2016 0 Comments
Tingkatkan Minat Baca di Banjar, RBK Safari Literasi di Sekolah

Kegiatan Safari Literasi di sejumlah sekolah di Kota Banjar yang dilakukan Ruang Baca Komunitas (RBK). Photo: Muhafid/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pekik gemuruh salam literasi disuarakan ratusan siswa di bawah terik sinar matahari, tidak melunturkan semangat mereka dalam mengikuti Safari Literasi yang digelar Ruang Baca Komunitas (RBK) dalam menyambut bulan bahasa. Kegiatan tersebut berlangsung sejak September hingga Oktober ini.

“Kegiatan Safari Literasi sengaja diselenggarakan sekaligus dalam rangka turut mendukung Gerakan Literasi Sekolah, yang kini sedang digalakan pemerintah,” kata Siti Maroah, pengurus RBK, kepada Koran HR, Senin (03/10/2016) pekan lalu.

Dirinya mengaku prihatin melihat masih rendahnya minat baca di Kota Banjar. Berdasarkan data terbaru bulan Sepetember 2016, Gerakan Literasi Sekolah-West Java Leader’s Reading Challenge (GLS-WJLRC) mencatat bahwa yang mendapat predikat terbaik di Provinsi Jawa Barat adalah Kota Bogor. Sedangkan, Kota Banjar mendapat nilai terburuk.

“Seiring dengan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada bulan Juli 2015 yang secara resmi menerbitkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015, tercantum di dalamnya kebijakan kegiatan wajib membaca 15 menit setiap hari di sekolah, sebagai bagian dari program penumbuhan karakter,” jelasnya.

Pendiri RBK, Sofian Munawar, menegaskan, hingga awal Oktober 2016 sudah ada 6 sekolah yang dikunjungi RBK dalam program Safari Literasi, yaitu SDN 1 Banjar, SDN 2 Banjar, SDN 3 Banjar, SDN 5 Banjar, SMPN 3 Banjar, dan SMPN 5 Banjar.

Dia mengatakan, Safari Literasi akan terus dilanjutkan hingga 17 sekolah pada akhir Oktober 2016 mendatang. Meskipun ada GLS-WJLRC, Sofian mengaku RBK lebih dahulu bergerak memprovokatori ratusan siswa untuk gemar membaca, melalui peminjaman buku. Alhasil, virus budaya membaca pun mulai bereaksi di kalangan siswa.

“Tidak ada alasan lagi untuk menghentikan aktifitas kita dalam mendorong anak-anak Kota Banjar agar lebih giat membaca. Saya yakin, ketika budaya membaca yang dimulai sejak dini, masa depan Kota Banjar akan diwarnai oleh orang-orang berilmu,” tandas Sofian.

Sementara itu, salah satu guru SDN 2 Banjar, Dini Haryati, mengaku siswanya sangat terbantu dengan keberadaan RBK yang terus menggelorakan budaya membaca, baik melalui perpustakaan maupun kegiatan-kegiatan literasi lainnya.

“Siswa kami sering membaca dan meminjam buku-buku dari RBK, dan itu sangat membantu. Semoga hal ini juga bisa menjadi motivasi di tempat lain, demi masa depan anak-anak kita,” harap Dini. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!