Toko Kita di Banjar Jadi Alfamart, Ini Kata Pemerintah Setempat

31/10/2016 0 Comments
Toko Kita di Banjar Jadi Alfamart, Ini Kata Pemerintah Setempat

Minimarket Alfamart di Jalan Sentosa, tepatnya di wilayah Dusun Sinargalih, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, sebelumnya bernama Toko Kita. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Terkait berubahnya Toko Kita menjadi minimarket Alfamart di Jalan Sentosa, Dusun Sinargalih, Desa Langensari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, pihak pemerintah setempat mengakui sampai saat ini belum menerima surat atau pengantar rekomendasi atas perubahan izin operasional toko tersebut.

Kepala Desa Langensari, Yanti, melalui sekretarisnya, Dadang Suharto, mengatakan, meski minimarket Alfamart yang berlokasi di Dusun Sinargalih, RT.06, RW.02 itu sudah beroperasi sekitar satu tahun, namun pihaknya belum menerima permohonan atau pengantar rekomendasi perubahan perizinannya.

“Kami justru merasa heran, apakah memang tidak diperlukan mengajukan rekomendasi perubahannya ke pemdes, jadi cukup diproses di kota saja. Nggak tahu lah, mungkin di sulap prosesnya di kota,” ujar Dadang, ketika dikonfirmasi Koran HR, Jum’at (21/10/2016) pekan lalu.

Meski demikian, Dadang mengakui, bahwa saat pemerintahan kepala desa terdahulu, pengajuan rekomendasi Toko Kita memang ada, namun perizinannya untuk toko kelontongan. Tapi rekomendasi untuk perubahannya belum menerima.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Kecamatan Langensari, Jajat Sudrajat, S.Sos., M.Si., didampingi Kasi. Ekbang Kecamatan Langensari, Rahwan, bahwa pihak kecamatan baru sebatas menerima pengantar rekomendasi Toko Kita sebagaimana perizinan toko kelontongan.

“Itu pun dulu. Bahkan Toko Kita sempat ditutup Satpol PP karena ternyata menyalahi penggunaan izinnya, yaitu operasionalnya seperti layaknya sistem toko modern. Jadi kalau sekarang membandel lagi atas perubahan menjadi Alfamart, tentu sangat tak menghargai aturan di Pemkot Banjar ini,” tandas Rahwan.

Bahkan, Pemerintah Kecamatan Langensari pun kini belum menerima pengantar rekomendasi perubahan izinnya sebagai persyaratan untuk mendapatkan IUTM dari BPMPPT. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!