UKM & UMKM Binaan BDC Pangandaran Produksi Gula Non Kimia

20/10/2016 0 Comments
UKM & UMKM Binaan BDC Pangandaran Produksi Gula Non Kimia

Pengrajin gula merah non kimia di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pangandaran, tengah memproses pembuatan gula. Photo: Asep Kartiwa/HR. 

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Usaha Kecil Menengah (UKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang memproduksi gula merah binaan Bussiness Development Center (BDC) Kabupaten Pangandaran, diwajibkan untuk memproduksi gula non kimia.

Ketua BDC Pangandaran, Teddy Sonjaya, mengatakan, sebagian besar pembuatan gula di Indonesia menggunakan sodium metabisulfite, yakni unsur kimia bersifat korosif dan mengandung asam yang cukup tinggi. Namun, gula alami yang diproduksi semua binaannya tanpa menggunakan bahan kimia.

“Bisa jadi, unsur kimia itu cukup berbahaya bila dosisnya berlebih. Tak hanya merusak tubuh, sodium metabisulfite sebenarnya masih bisa digunakan pada produk pangan sebagai pengawet, namun dalam takaran tertentu. Unsur kimia ini sengaja dirahasiakan oleh si penjual kepada para pembuat gula jawa,” terangnya, kepada HR Online, Kamis (20/10/2016).

Karena penggunaan bahan kimia tersebut, maka gula banyak dipersalahkan oleh beberapa ilmuwan dan pakar gizi kesehatan lantaran dianggap sebagai nikotin baru. Mengingat gula dipercaya dapat membuat ketagihan.

Selain itu, telah banyak penelitian yang menunjukkan bahwa selain menjadi penyebab utama kerusakan gigi, terlalu banyak gula juga dapat menimbulkan beberapa masalah kesehatan lainnya, seperti obesitas, kencing manis, bahkan diabetes.

“Tapi tidak semua gula jahat. Untuk itu kita mencoba merubah cara produksi yang baik dan sehat, supaya dampak ekonominya bagus buat penderes. Alhamdulillah, sekarang kita sudah bisa kejar 1 ton per bulan, dan bulan depan bisa 2 ton,” kata Teddy, yang juga sebagai Ketua Kadin Kabupaten Pangandaran.

Keberhasilan itu merupakan hasil dari pelatihan berkala yang diikuti UKM dan UMKM produsen gula di Pangandaran selama 5 bulan, dan kini gula yang dihasilkannya pun cukup bagus.

Teddy optimis, bahwa pasar gula sehat cukup potensial. Pasalnya, gula merupakan komoditi penting bagi masyarakat Indonesia. Manfaat gula sebagai sumber kalori selain dari beras, jagung dan umbi-umbian, gula juga sebagai salah satu bahan makanan pokok.

Kebutuhan gula pun tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pokok saja, tetapi merupakan bahan pemanis utama yang digunakan sebagai bahan baku pada industri makanan dan minuman. (Askar/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!