Ulama Banjar Sebut Kejahatan Seksual Terjadi Akibat Minimnya Simpul Keagamaan

01/10/2016 0 Comments
Ulama Banjar Sebut Kejahatan Seksual Terjadi Akibat Minimnya Simpul Keagamaan

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Banyaknya aksi kejahatan seksual yang terjadi di Kota Banjar dalam sebulan terakhir ini, salah satu tokoh ulama Kota Banjar, KH. Munawir Abdurrohim, yang juga pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Azhar Citangkolo, Kota Banjar, menilai, hal itu disebabkan minimnya pemberdayaan masyarakat yang dilakukan pemerintah dalam bidang keagamaan.

“Saya benar-benar merasa malu kajadian pelecehan seksual terjadi di Kota Banjar. Ini sangat bertentangan dengan visi dan misi Kota Banjar,” ujarnya, kepada Koran HR, saat ditemui di kediamannya, Selasa (27/09/2016) lalu.

Menurutnya, simpul-simpul keagamaan seharusnya diberdayakan Pemkot Banjar, seperti mesjid, mushola dan pesantren. Namun pada kenyataannya, anggaran pemerintah terhadap simpul-simpul keagamaan masih minim.

Pasalnya, kegiatan keagamaan maupun penyediaan sarana dan prasarana yang seharusnya maksimal dan diharapkan menjadi pionir dalam merubah akhlak masyarakat, justru terbantahkan dengan adanya aksi memilukan warga Banjar.

“Nah, ini adalah tugas kita semua. Pemerintah ketika mau optimal dalam meramaikan masjid, mushola dan pesantren misalnya, saya yakin hal tersebut kecil kemungkinan terjadi,” kata Munawir.

Sebagai salah satu tokoh ulama, dirinya berharap akhlak warga Kota Banjar bisa sesuai dengan anjuran agama Islam, yakni akhlaqul karimah. Namun, hal itu tidak akan maksimal bila kerjasama antara ulama dan pemerintah tidak seiring.

“Kalau anggaran bidang keagamaan ditingkatkan oleh pemerintah, saya yakin masyarakat Banjar akan jauh dari hal-hal negatif, setidaknya kejadian pelecehan seksual tidak akan terjadi lagi,” tandasnya.

Sebelumnya, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Banjar mencatat ada 10 kasus pelecehan seksual yang terjadi di bulan September 2016. Tragisnya, korban merupakan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dan sebagian pelaku juga masih dalam usia remaja. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!