UPTD BPP Banjar Buka Demplot untuk Tingkatkan Produksi Petani Mitra

17/10/2016 0 Comments
UPTD BPP Banjar Buka Demplot untuk Tingkatkan Produksi Petani Mitra

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Guna meningkatkan produksi sekaligus pengembangan teknologi pertanian di bidang organisme pengganggu tanaman, khususnya insek, UPTD Balai Benih Padi dan Bibit Dinas Pertanian Kota Banjar, mengadakan kerjasama dengan produsen pestisida, PT. Syngenta Indonesia, melalui pembukaan demplot tanaman padi di lahan sawah Blok Panatasan seluas 250 bata/0,3 hektare milik UPTD Balai Benih Padi dan Bibit.

Pembukaan demplot dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Banjar, Ir. H. Ojat Sudrajat, MM., dan dihadiri lebih dari 100 petani, baik petani mitra UPTD maupun petani lainnya yang ada di Kota Banjar, Lakbok, Banjarsari, Padaherang, Rancah dan Wanareja, Kamis (06/10/2016) pekan lalu.

Kepala UPTD Balai Beni Padi dan Bibit Kota Banjar, Irman Hermana, STP., saat ditemui Koran HR, disela-sela kegiatan, mengatakan, pembangunan bidang pertanian harus terus dikembangkan dan ditingkatkan seiring dengan pembangunan ekonomi.

Sebab, keberhasilan pembangunan bidang pertanian salah satu indikatornya adalah, apabila terdapat peningkatan produksi pertanian, tercukupinya kebutuhan pangan, dan adanya peningkatan pendapatan para petani.

Upaya meningkatkan produktifitas padi dengan demplot tersebut diharapkan akan menjadi pemacu bagi para petani, khususnya petani mitra, untuk terus berkarya dalam membangun pertanian yang tangguh, sehingga pendapatan petani pun akan meningkat.

“Ini adalah kegiatan UPTD Balai Benih Padi dan Bibit yang tidak hanya memproduksi benih saja, tapi juga kerjasama dengan pihak lain yang ada kaitannya dengan pengembangan teknologi pertanian, salah satunya dengan membuka demplot. Ini hasilnya akan terlihat saat panen raya nanti bulan November, dan yang dipakai demplot ini jenis varietas IR64,” terang Irman.

Pembukaan demplot di lahan sawah milik UPTD juga menjadi salah satu upaya untuk peningkatan hasil produksi pihaknya dalam pencapaian PAD. Sebab, kalau hasil panen bagus, otomatis produksi benih pun akan bagus.

Irman menyebutkan, di tahun 2016 ini, target PAD UPTD Balai Benih Padi dan Bibit sebesar Rp.637 juta. Untuk itu, pihaknya semaksimal mungkin berusaha mencapai target tepat waktu.

“Namun kami optimis target PAD tercapai tepat waktu. Sampai tanggal 11 Oktober ini target PAD sudah terealisasikan sekitar 60,31 persen,” pungkas Irman. (Eva/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!