Waduh, Trend LSL di Kota Banjar Meningkat

17/10/2016 0 Comments
Waduh, Trend LSL di Kota Banjar Meningkat

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Keberadaan LSL (Laki-laki Seks Laki-laki) akhir-akhir ini semakin meningkat di Kota Banjar. Tidak hanya di kalangan ABG (Anak Baru Gede), namun juga di kalangan orang dewasa.

Seperti diungkapkan Bachrun (34), salah seorang petugas hotel kelas melati di Banjar. Menurutnya, pada Jum’at (07/10/2016) petang pekan lalu, ia kedatangan dua orang tamu remaja laki-laki berusia sekitar 20 tahunan yang diduga pasangan gay. Kedua tamu tersebut datang ke hotel menggunakan mobil sedan berplat nomor Banjar.

Bachrun mengaku menerima tamunya itu sama seperti ke tamu-tamu lainnya, tak ada perbedaan dalam pelayanan. Hanya saja yang membuatnya heran setelah kedua tamunya itu masuk ke dalam kamar, tak lama kemudian terdengar suara-suara “aneh” dari dalam kamar saat dirinya membereskan kamar yang ada di sebelahnya.

“Saya kira mereka itu sales atau tamu biasa karena hanya laki-laki, namun setelah diketahui, ternyata mereka pasangan seperti itu,” ujar Bachrun, kepada Koran HR, Sabtu (08/10/2016) lalu.

Di lain tempat, Husni (25), salah seorang warga Kelurahan Banjar, mengatakan, tidak hanya pasangan ABG saja yang berbuat “begituan” dengan sesama jenis, karena di kalangan dewasa pun ada.

“Risih juga sih melihatnya, tapi itu urusan mereka lah. Cuma saya tetap khawatir dengan adanya pasangan LSL ini, nantinya malah akan menyebarkan virus HIV-AIDS,” kata Husni.

Terkait dengan permasalahan tersebut, Pengelola Program Komisi Penanggulangan AIDS (PP KPA) Kota Banjar, Boni Mastriolani, mengatakan, bahwa KPA akan mewaspadai peningkatan jumlah LSL di Kota Banjar. Pasalnya, LSL merupakan salah satu kelompok yang berisiko tinggi dalam penularan HIV-AIDS, yang menurutnya meningkat pada tahun 2016 ini.

“Penularan HIV-AIDS memang sering terjadi dari kalangan LSL. Berdasarkan data kumulatif Dinas Kesehatan Kota Banjar, dari tahun 2013 hingga September 2016 ini jumlah penderita HIV mencapai 149 orang, dan penyumbang terbesarnya dari kalangan LSL,” terangnya, saat ditemui HR di ruang kerjanya, Jum’at (07/10/2016) lalu.

Boni juga menegaskan, pihaknya akan terus memantau dan melakukan pencegahan dalam menanggulangi penyebaran HIV-AIDS di Kota Banjar, terlebih tren LSL ini terus meningkat jumlahnya.

“Namun kami dengan pihak Dinas Kesehatan Kota Banjar akan terus memantau dan mencegah dalam menanggulangi HIV-AIDS,” tandas Boni.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi I DPRD Kota Banjar, Bambang Prayogi, mengaku sangat prihatin dengan adanya peningkatan jumlah penderita HIV-AIDS di Kota Banjar. Menurutnya, permasalahan tersebut memang harus ada penanganan dan pendataan yang serius agar penyebaranya bisa diantisipasi supaya tidak terus berkembang.

“Saya benar-benar merasa prihatin dengan peningkatan LSL di Kota Banjar ini. Untuk menanggulangi penyebaran HIV-AIDS tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah saja, tetapi masyrakat serta orang tua pun harus ikut terlibat,” tandas Bambang. (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!