Wakil Ketua DPRD Banjar Koleksi Ratusan Bonsai Bernilai Tinggi

19/10/2016 0 Comments
Wakil Ketua DPRD Banjar Koleksi Ratusan Bonsai Bernilai Tinggi

Sekitar seratus koleksi bonsai bernilai seni tinggi tampak terawat rapih di kalang bonsai milik Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana. Photo: Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Bonsai adalah tanaman atau pohon yang dikerdilkan di dalam pot dengan tujuan membuat miniatur yang mirip dari bentuk pohon besar yang sering kita temukan di alam bebas. Karena memiliki nilai seni yang tinggi, maka tidak heran para ‘penggila’ bonsai di Kota Banjar pun kini banyak bermunculan kembali.

Salah satunya Wakil Ketua DPRD Kota Banjar, Nana Suryana. Meski sibuk sebagai wakil rakyat di lembaga legislatif, namun dia masih sempat menyisihkan waktunya untuk ‘ngoprek’ sekitar seratus koleksi bonsai miliknya. Nana sendiri salah satu penggemar bonsai yang sudah sangat lama.

Saat ditemui HR Online di kalang bonsai miliknya di Dusun Randegan, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, terlihat sekitar seratus koleksi bonsai bernilai seni tinggi terawat rapih di tempat tersebut.

Adapun jenis tanaman bonsai yang dimilikinya meliputi pohon serut, beringin, anting putri, kaliage, cemara, chinensis, sianci, kemuning, mustam, kawista, asem jawa, jeruk kingkit, pusu, hokiantie, soka, dan lain-lain.

“Sejak tahun 1991 saya mulai menyukai bonsai, ketika itu saya juga masih bujangan. Menurut saya bonsai bukan hanya sekedar teknik budidaya tanaman saja, melainkan harus mencakup juga unsur seninya. Karena tidak hanya terlihat sebagai tanaman yang indah saja, bonsai bernilai tinggi akan terlihat dari karya seni yang menarik,” tuturnya.

Nana menyebutkan, bonsai yang bernilai tinggi dan memiliki harga jual mahal yakni yang memiliki keunikan di bagian batang dan akar, serta tanaman yang memiliki umur panjang. Sehingga tidak sembarang tanaman yang bisa dijadikan tanaman bonsai, karena ada proses serta syarat tertentu supaya jenis tanaman bonsai tampak menarik dan unik.

Bonsai juga mengajarkan tentang pentingnya konsistensi dan menghargai proses. Sebab dalam membentuk tanaman tentu saja memakan waktu lumayan cukup lama. Lelahnya saat berproses itu akan terbayar oleh kepuasan ketika mendapati tunas batang atau ranting muncul, dan tumbuh sesuai dengan yang diinginkan.

“Rutinitas sebagai wakil rakyat terkadang membuat saya penat dan jenuh. Untuk mengatasi hal itu saya sering berlama-lama merawat atau memandangi bonsai-bonsai koleksi saya di kalang,” ucapnya.

Nana pun menilai bahwa membonsai merupakan seni yang menuntut kita untuk melakukan kreasi membentuk rupa tiga dimensi. Hanya saja bonsai tak bisa dibilang seni rupa, karena intervensi manusia dalam rekayasa sangat terbatas, sebab tanaman merupakan mahluk hidup.

“Bonsai menuntut hak untuk diperlihara dengan baik. Penggemar bonsai memiliki tanggungjawab untuk membuatnya tetap hidup, karena sudah mencerabut dari habitatnya yang alamiah lalu dipindah ke lingkungan manusia,” kata Nana.

Kini, koleksi-koleksi bonsai miliknya kerap mengikuti event lomba. Hasilnya dari bonsai yang dilombakan sudah mendapat tawaran dari para pecinta tanaman bonsai di berbagai daerah, mulai dari yang menawar jutaan hingga puluhan juta rupiah. (Hermanto/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!