4 Proyek Jalan di Ciamis Dinyatakan Rusak Akibat Bencana

07/11/2016 0 Comments
4 Proyek Jalan di Ciamis Dinyatakan Rusak Akibat Bencana

Ilustrasi jalan terkena bencana. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Empat pengerjaan proyek infrastruktur perbaikan dan peningkatan jalan yang didanai APBD Kabupaten Ciamis tahun 2016, dinyatakan force manejure atau terkena dampak bencana setelah ketika proses pengerjaan mengalami kerusakan akibat banjir bandang yang melanda wilayah Kecamatan Banjarsari, Banjaranyar dan Pamarican, beberapa waktu lalu.

Empat proyek jalan tersebut, yakni perbaikan jalan Sindangrasa-Cigayam Kecamatan Banjaranyar, perbaikan jalan Angsana-Gunungkelir Pamarican, perbaikan jalan Pamarican- Cikupa dan perbaikan jalan Langkapsari- Cigayam atau di perbatasan Banjarsari dengan Banjaranyar.

Kabid Binamarga Dinas Binamarga, SDA dan ESDM Kabupaten Ciamis, Taufik Gumilar, mengatakan, setelah dilakukan pengecekan lapangan, diketahui bahwa kerusakan jalan 100 persen disebabkan akibat bencana banjir. Dengan begitu, tambah dia, pihaknya menetapkan kerusakan tersebut akibat bencana.

“Dari hasil pengecekan lapangan, kerusakan akibat banjir pada proyek perbaikan jalan Sindangrasa-Cigayam Kecamatan Banjaranyar diketahui sepanjang 150 meter dari panjang pengerjaan proyek sekitar 1 kilometer. Sementara jalan Angsana-Gunungkelir Pamarican mengalami kerusakan sekitar 100 meter dari pengerjaan proyek sekitar 1 kilometer. Dua jalan ini mengalami kerusakan cukup parah dan dimasukan dalam ketegori rusak berat,” katanya, kepada Koran HR, Selasa (01/11/2016).

Sementara proyek perbaikan jalan Pamarican- Cikupa dan perbaikan jalan Langkapsari- Cigayam, hanya mengalami kerusakan ringan. Namun begitu, kedua proyek tersebut tetap dinyatakan rusak akibat bencana, karena panjang jalan yang mengalami kerusakan cukup luas. “Panjang kerusakan dua jalan tersebut kurang lebih sekitar 100 meter,” ujarnya.

Taufik menjelaskan, pihak rekanan yang mengerjakan proyek tersebut, hanya mendapat pembayaran pekerjaan dari panjang jalan yang tidak dinyatakan rusak akibat bencana. Sementara panjang jalan yang mengalami kerusakan, akan diperbaiki kembali pada anggaran tahun 2017 mendatang. “Jadi, pihak rekanan pun tidak mengalami kerugian akibat bencana ini. Karena kami tidak membebankan harus dilakukan perbaikan pada jalan yang mengalami kerusakan,” terangnya.

Sementara di jalan Angsana-Gunungkelir Pamarican yang mengalami kerusakan yang cukup parah, kata Taufik, harus dilakukan perubahan perencanaan saat kembali dilakukan perbaikan nanti. Pasalnya, ada salah satu titik jalan yang sudah tidak bisa diperbaiki lantaran tanahnya labil.

“Jadi, kami harus mensiasati dengan membuka akses jalan baru. Karena kalau dipaksakan, tidak tertutup kemungkinan di kemudian hari akan terkena kembali dampak longsor. Makanya, memperbaiki jalan Angsana-Gunungkelir cukup besar anggarannya, karena harus membuka jalan baru dengan membelah sebuah bukit,” ujarnya. (Bgj/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!