Akibat Longsor, 45 Jiwa Warga Ciulu Ciamis Terisolir

30/11/2016 0 Comments
Akibat Longsor, 45 Jiwa Warga Ciulu Ciamis Terisolir

Lokasi longsor yang menyebabkan warga Dusun Cikukang, RT 09 RW 03, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, terisolir. Photo: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Sedikitnya 17 kepala keluarga (KK) yang terdiri dari 45 jiwa warga Dusun Cikukang, RT 09 RW 03, Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terisolir paska bencana banjir bandang dan longsor.

Kepala Desa Ciulu, Ramli Mahmud, ketika dihubungi Koran HR, Selasa (29/11/2016), mengungkapkan, longsor dan bencana banjir yang beberapa waktu lalu melanda wilayah itu menyebabkan 17 KK terisolir.

“Sebenarnya peristiwa ini terjadi saat bencana longsor yang pertama. Namun kami baru mengetahuinya setelah dua minggu pasca bencana. Warga disana tidak ada yang melapor, jadi kami saat itu tidak tahu dan tidak melaporkannya ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis,” katanya.

Romli menyebutkan, ke 45 jiwa tersebut berada di balik bukit yang jaraknya sekitar 4 kilometer dari kantor desa. Sementara longsor yang menutup jalan berada di lokasi milik Perhutani. 

“Saat ini kami kebingungan untuk melakukan evakuasi longsoran yang berada di 11 titik tersebut. Ini harus menggunakan alat berat. Dan setelah kami berkoordinasi, BPBD Ciamis tidak bisa memberikan bantuan apapun. Katanya sudah tidak ada anggaran lagi,” ungkapnya.

Meski begitu, kata Romli, pihaknya akan menyewa alat berat untuk mengevakuasi material longsor. Sewa alat berat tersebut akan didanai dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Informasi yang berhasil dihimpun Koran HR, ke 11 titik lokasi longsor tersebut cukup panjang. Titik longsor pertama sepanjang 50 meter, titik dua 10 meter, titik ketiga 100 meter, titik keempat 10 meter, titik kelima 50 meter, titik keenam 25 meter, titik ketujuh 30 meter, titik kedelapan 20 meter, titik kesembilan 8 meter, titik kesepuluh 8 meter dan titik kesebelas sepanjang 15 meter.

Akibat kondisi tersebut, warga yang kini masih terisolir itu terpaksa harus menempuh jarak sekitar 16 kilometer melalui wilayah Panyutran Padaherang, pangandaran untuk menuju lokasi pusat desa. Padahal biasanya mereka hanya menempuh jarak sekitar 4 kilometer menuju tempat yang sama. (Suherman/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!