BDC Pringsewu Studi Banding ke Pangandaran

17/11/2016 0 Comments
BDC Pringsewu Studi Banding ke Pangandaran

Rombongan BDC Kabupaten Pringsewu saat memberikan cindera mata kepada perwakilan dari Kabupaten Pangandaran. Photo: Asep Kartiwa/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Rombongan Business Development Centre (BDC) Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan studi banding ke BDC Pangandaran.

“Kami sangat apresiasi atas sambutan dan ilmunya. Kami berharap selama 5 hingga 6 hari di Pangandaran bisa belajar mencontoh model kelembagaan BDC Pangandaran yang sudah tertata,” kata Sulastio Pranoto, Manager Pengelola BDC Pringsewu, saat berkunjung ke kelompok Sari Manggar di Desa Sidomulyo, Kecamatan Pangandaran.

Sementara itu, Junaedi Hasim, Asda 2 Kabupaten Pringsewu, mengatakan, pihaknya berharap akan terbinanya komunikasi dan BDC Pringsewu termitovasi oleh Pangandaran. Pasalnya, informasi mengenai potensi pasar yang cukup tinggi dan sumber daya di Pringsewu sangat memadai.

“Jadi melalui studi banding ini, kebijakan Pemda Pringsewu terhadap pengembangan kelompok UMK di Pringsewu bisa lebih baik seperti Pangandaran,” ucapnya.

Sedangkan menurut Teddy, Sekjend Kompepar Pangandaran yang juga ketua komite BDC Kabupaten Pangandaran, pihaknya akan terus berkordinasi dengan semua stakeholder pariwisata yang ada di Pangandaran seperti HPI, pengusaha Tour dan Travel, PHRI dan lainya. Sebab, Bussines Plan BDC fokus pada pengembangan pasar di dunia usaha.

“Mudah-mudahan potensi produk pendukung pariwisata seperti jasa perhotelan, rumah makan, souvernir, bisa lebih berkembang. Apalagi potensi tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan sangat potensial untuk pengembangan UMKM. Komoditi kelapa merupakan yang paling tinggi,” katanya.

Selain itu, Teddy sangat berharap kehadiran BDC Pangandaran bisa menjadi penggerak utama ekonomi di kawasan minapolitan. Teddy juga mencatat sekitar 200 kelompok penghasil gula kristal atau gula semut yang tersebar di Pangandaran merupakan binaan BDC. Sedangkan  yang sudah memiliki standar kualitas sebanyak 86 pengrajin.

“Kami kebanjiran order gula semut. Makanya ini merupakan peluang membangun ekonomi masyarakat Pangandaran. Ketika masyarakat bisa dilibatkan pemerintah bersama PKK, Dekranasda, tentu menjadi bisa menjadi ajang promosi Pangandaran di kota-kota besar di Indonesia. BDC bisa memfasilitasi UMKM Pangandaran untuk andil pada acara skala nasional seperti ASHEFI, Inacraf maupun sejenisnya,” tutupnya. (Askar/R6/Koran HR) 

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!