Benarkah Minum Alkohol Bisa Hangatkan Tubuh? Jawabannya Tidak

30/11/2016 0 Comments
Benarkah Minum Alkohol Bisa Hangatkan Tubuh? Jawabannya Tidak

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Kesehatan, (harapanrakyat.com),-

Selama ini banyak yang berasumsi bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol bisa menghangatkan tubuh. Hal ini kerap terlihat dari pipi orang yang sedang “mabuk” biasanya menjadi merah, serta mengeluarkan keringat cukup deras.

Tapi benarkah dengan meminum minuman beralkohol bisa membuat tubuh seseorang menjadi hangat? Jika kita meminum alkohol memang tubuh akan terasa hangat. Namun, salah satu efek samping dari mengkonsumsi alkohol adalah terjadinya pelebaran pembuluh darah.

Hal itu karena sifat alkohol yang merupakan vasodilator atau pelebar pembuluh darah, sehingga di dunia barat muncul istilah “selimut alkohol.” Menurut Ted Simon, seorang ahli saraf dan toksikologi, bahwa meminum alkohol menyebabkan pembuluh darah di kulit jadi membesar. Selain itu, darah pun lebih banyak mengalir dari inti ke permukaan kulit.

Itu yang sebenarnya membuat tubuh menjadi hangat setelah mengkonsumsi minuman beralkohol, sebab pembuluh darah ikut mendistribusikan panas tubuh dengan lebih baik. Padahal suhu tubuh sama sekali tidak berubah. Intinya, alkohol tak mengubah suhu tubuh.

Manusia mempertahankan suhu inti tubuhnya sekitar 37 derajat celcius. Sebagian besar panas tubuh itu dihasilkan oleh metabolisme tubuh kita sendiri.

Meski dengan meminum alkohol menjadi nyaman saat temperatur di luar sedang dingin, tapi hal itu ternyata cukup berbahaya. Pasalnya, jika tubuh mendeteksi temperatur dingin dari luar, pembuluh darah justru akan menyempit karena tubuh akan mengutamakan organ vital dalam untuk dibanjiri darah supaya tetap hangat.

Jadi, asumsi bahwa minum alkohol akan mencegah terkena hipotermia dan berbagai kejanggalan tubuh akibat paparan dingin, itu salah. Sebab, meminum alkohol saat suhu dingin malah membalik proses tersebut, dan organ vital tidak terlindungi dari temperatur dingin.

Bahkan, efek yang ditimbulkan pun akan semakin parah, karena ketika meminum alkohol otak akan berpikir bahwa tubuh dalam keadaan panas dan keringat akan keluar, padahal udara sedang dingin. Seharusnya, mekanisme berkeringat terjadi untuk menurunkan suhu tubuh. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!