DCKKTR Ciamis Masih Kesulitan Mencari Lahan Relokasi TPA Handapherang

18/11/2016 0 Comments
DCKKTR Ciamis Masih Kesulitan Mencari Lahan Relokasi TPA Handapherang

TPA Handapherang di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis. Foto: Dokumentasi

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Dinas Cipta Karya, Kebersihan dan Tata Ruang (DKKTR) Kabupaten Ciamis mengaku masih kesulitan mencari lahan baru untuk merelokasi Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Handapherang, di Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang akan ditenggelamkan menyusul masuk ke dalam kawasan genangan air Bendungan Leuwikeris.  

Kabid Kebersihan DCKKTR Kabupaten Ciamis, Tonton Guntari, mengatakan, meski pembangunan areal genangan air Bendungan Leuwikeris mulai dibangun tahun depan, namun pihaknya dari saat ini mulai mencari lahan baru untuk merelokasi TPA Handapherang. Menurutnya, mencari lahan untuk TPA tidak mudah, karena rentan mendapat penolakan dari masyarakat.

“Kalau salah menentukan lokasi TPA, bukan tidak mungkin mendapat penolakan dari masyarakat sekitar. Makanya, kami mencari lahan yang radiusnya jauh dari permukiman masyarakat,” katanya, kepada HR Online, pekan lalu.

Tonton menambahkan, idealnya lahan baru untuk relokasi TPA Handapherang masih berada di wilayah Kecamatan Cijeungjing. Pasalnya, fungsi dari TPA Handapherang untuk mengcover pelayanan sampah di wilayah Ciamis Kota dan sebagian wilayah Cijeungjing, Baregbeg dan Cikoneng.

“Jadi, tidak mungkin lokasinya jauh dari Ciamis Kota. Kalau lahan relokasi mencari di wilayah Ciamis Kota pun tidak mungkin. Karena tidak ada lahan dengan luas hektaran yang posisinya jauh dari permukiman warga. Memang idealnya lahan relokasi TPA masih berada di wilayah Kecamatan Cijeungjing,” ujarnya.

Tonton mengaku pihaknya sudah melakukan survey ke beberapa desa di Kecamatan Cijeungjing. Namun, kata dia, belum menemukan lokasi yang cocok untuk dijadikan lahan relokasi TPA.

“Kami juga kesulitan ketika meminta bantuan kepada aparat desa di beberapa desa di Kecamatan Cijeungjing. Karena setiap kami menanyakan apakah ada lahan yang cocok untuk lahan TPA, aparat desa yang ditanya selalu langsung menjawab tidak ada. Mereka sepertinya keberatan jika di wilayahnya terdapat TPA,” terangnya.

Tonton menambahkan, meski Pemkab Ciamis enggan menerima penggantian uang ganti untung TPA Handaperang dari BBWS Citanduy, namun pihaknya tetap berkawajiban mencari lahan yang cocok untuk relokasi TPA. “Kalau BBWS Citanduy mencari lahan sendiri atau tanpa bantuan kami, dikhawatirkan salah memilih lokasi. Karena kalau lokasi TPA nanti mendapat penolakan dari masyarakat, tetap saja kami kena imbas. Makanya, kami berinisiatif membantu mencarikan lahan,” ujarnya.

Apabila pihaknya sudah mendapat lahan yang cocok untuk relokasi TPA, lanjut Tonton, kemudian akan direkomendasikan ke BBWS Citanduy. “Selain merekomendasikan, kami juga siap membantu BBWS saat mensosialisasikan kepada masyarakat sekitar TPA. Pada prinsipnya, kami siap membantu sampai tidak ada gejolak dari masyarakat. Jadi, ketika lahan TPA yang cocok sudah didapat, pihak BBWS tinggal membangun tanpa adanya gejolak,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!