Desa Sukamukti Banjar Lanjutkan Penataan Batupeti dan Pembangunan GOR

14/11/2016 0 Comments
Desa Sukamukti Banjar Lanjutkan Penataan Batupeti dan Pembangunan GOR

Pembangunan drainase dikerjakan secara gotong-royong. Photo: Eva/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahap II tahun 2016 ini, Pemerintah Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, mulai merealisasikan pembangunan lanjutan Gedung Olah Raga (GOR), dan penataan area kantor desa.

Saat ditemui Koran HR di ruang kerjanya, Senin (07/11/2016) pekan lalu, Kepala Desa Sukamukti, H. Yosep Firmansyah, mengatakan, di tahap dua pencairan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2016 ini, pihaknya akan melaksanakan pemeliharaan halaman mushola desa melalui pemasangan paving block.

Kemudian, dari ADD juga dialokasikan untuk program pipanisasi air bersih skala desa bagi masyarakat yang sumber airnya diambil dari sumur Walanada di Batupeti. Wilayah yang akan dialiri air bersih itu diantaranya Dusun Sukahurip dan Muktiasih. Namun, saat ini baru dicanangkan dulu untuk 100 kepala keluarga (KK)

“Selain itu, kita juga telah melakukan penataan lanjutan obyek wisata Batupeti melalui penghijauan, yakni penanaman pohon pinus, trembesi dan katapang kencana, serta pembangunan kirmir kolam. Dalam perencanaan penataan Batupeti, kolam tersebut nantinya sebagai wisata air yang meliputi kolam renang untuk anak-anak, tempat permainan anak, dan kolam pemancingan,” paparnya.

Yosep mengatakan, untuk penataan 5 tahun kedepan, Batupeti akan dibuka sebagai tempat pariwisata di Kota Banjar, khususnya di wilayah Desa Sukamukti. Namun, pihaknya tidak bisa menyelesaikan program penataan Batupeti sekaligus karena terbentur biaya.

Pasalnya, dana yang diterima Pemerintah Desa Sukamukti setiap tahun harus dibagi dengan pembangunan-pembagunan infrastruktur kantor desa, serta sejumlah sarana umum yang dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pembangunan jalan kip, kirmir, RTLH, drainase dan lainnya.

Menurut Yosep, pihaknya sengaja mengagendakan program penataan Batupeti untuk dijadikan sebagai obyek wisata. Hal itu dilakukan melihat Desa Sukamukti memiliki sumber daya alam (SDA) yang cukup.

Bahkan, ada pula yang belum digarap pihaknya, yakni penataan kawasan Curug Panganten di Dusun Sukamulya. Karena lokasinya berada pada lahan milik Perkebunan dan wilayahnya masuk Sukamukti, maka nantinya akan dibuat MoU dengan pihak Perkebunan.

Selain SDA yang cukup, letak Desa Sukamukti juga berada di lintasan jalan menuju obyek wisata Pantai Pangandaran dan hal ini merupakan salah satu keuntungan. Karena, kalau bicara otonomi desa, tidak ada desa di Kota Banjar ini yang terlintasi jalan nasional kecuali Desa Sukamukti.

Adapun Kelurahan Hergasari yang berada di lintasan jalan nasional menuju Pangandaran, namun itu merupakan pemerintahan kelurahan, di mana pemerintahnya tidak otonom seperti desa, sebab kebijakannya tetap di pemerintah kota.

“Penataan atau pembangunan tersebut tidak bisa dilakukan dalam satu periode. Jadi, siapa pun nanti yang menjadi Kepala Desa Sukamukti harus bisa meneruskan program tersebut. Karena itu adalah salah satu program yang bisa mensejahterakan masyarakat,” tandasnya.

Sebagaimana program pemerintah pusat, lanjut Yosep, bahwa desa harus bisa membangun desanya sendiri dengan gelontoran dana yang dilimpahkan dari pusat. Sebab, desa bukanlah pemerintahan terkecil namun pemerintahan terdepan dalam membangun masyarakat. Negara akan maju apabila masyarakat di desa-desa sudah sejahtera.

Sekretaris Desa Sukamukti, Nana Juhana, SH., menambahkan, pembangunan lanjutan GOR Desa Sukmukti dilakukan secara bertahap. Pada tahap pertama tahun 2015 pengerjaan pondasi. Dilanjutkan tahap kedua tahun 2016 ini pengerjaannya sampai atap, dan untuk finishing akan dilaksanakan tahun depan.

“Desa Sukamukti memang belum ada fasilitas untuk olahraga. Makanya kami realisasikan melalui pembangunan GOR secara bertahap. Kemudian, dalam penataan area kantor desa, di tahap kedua ini kami akan melaksanakan pemagaran halaman kantor desa,” terangnya.

Selain itu, lanjut Nana, guna menyerap bantuan keuangan Provinsi Jabar (Banprov) tahun 2016 untuk bidang fisik sebesar Rp.50 juta, pihaknya kini sedang melakukan penyusunan perubahan APBDes tahun 2016. Banprov nantinya akan dialokasikan untuk pembuatan saluran air bersih skala desa di Dusun Sukahurip dan Dusun Sukamulya.

Adapun beberapa pekerjaan infrastruktur yang telah selesai dilaksanakan diantaranya drainase di Dusun Sukamulya sebagai sarana air bersih berskala desa, serta pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di lima dusun. (Eva/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!