Disdikbud Ciamis Canangkan Pembangunan Wisata Kiwari dan Bihari

21/11/2016 0 Comments
Disdikbud Ciamis Canangkan Pembangunan Wisata Kiwari dan Bihari

Objek Wisata Budaya Karangkamulyan Ciamis. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Menjaga warisan budaya tradisional lokal, baik budaya yang lama ataupun baru, bukan hanya mencakup perlindungan tetapi juga pengembangan dan pemanfaatannya, sehingga tercipta nilai tambah dalam melestarikan serta memahami warisan budaya yang diwarisinya dari generasi sebelumnya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Ciamis, Dudung Abdullah, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, pekan lalu, membenarkan bahwa budaya lokal yang beraneka ragam merupakan warisan budaya yang wajib dilestarikan.

Ketika bangsa lain yang hanya sedikit mempunyai warisan budaya lokal berusaha keras untuk melestarikannya demi sebuah identitas, kata Dudung, maka sungguh naïf jika Ciamis ita yang memiliki banyak warisan budaya lokal lantas mengabaikan pelestariannya.

Dudung mengatakan, dengan kekayaan warisan tradisi dan budaya yang dimiliki Kabupaten Ciamis khususnya, Disdikbud Kabupaten Ciamis mencanangkan program wisata Budaya Kiwari (kekinian) dan Bihari (zaman dulu). Ini merupakan salah satu cara dimana warisan budaya dan kearifan lokal dapat terjaga dan diapresiasi.

Menurut Dudung, program tersebut akan segera direalisasikan melalui dukungan pemerintahan daerah dan masyarakat tatar galuh. “Jadi, sebagai generasi penerus, kita harus benar-benar bergerak untuk melindungi dan melestarikan warisan budaya leluhur, supaya bisa dinikmati lagi oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Dudung menjelaskan, pelestarian akan dapat sustainable jika berbasis pada kekuatan dalam, kekuatan lokal, kekuatan swadaya. Karenanya sangat diperlukan penggerak, pemerhati, pecinta dan pendukung dari berbagai lapisan masyarakat. Untuk itu perlu ditumbuh-kembangkan motivasi yang kuat untuk ikut tergerak berpartisipasi melaksanakan pelestarian tersebut.

Lebih lanjut, Dudung mengungkapkan, program itu salah satunya direalisasikan melalui pembangunan wisata atau kampung budaya. Hal itu diharapakan dapat memotivasi untuk meningkatkan pengetahuan dan kecintaan generasi penerus bangsa terhadap nilai-nilai sejarah kepribadian bangsa.

Disdikbud telah mengumpulkan pemilik museum peninggalan Kerajaan Galuh yang ada di Kabupaten Ciamis untuk menerangkan program wisata budaya yang ada di Kabupaten Ciamis.

“Kami sudah berdiskusi denga para pemilik museum yang notabene para pemilik trah Galuh, yakni keturunan-keturunan asli Raja-raja Galuh dan mendapat respon positif, mereka antusias dengan pencanangan program ini,” jelasnya.

Dudung menambahkan, pihaknya saat ini sedang cara  mencari investor untuk merealisasikan pembangunan wisata Kiwari dan Bihari tersebut. Pihaknya juga sudah melakukan study banding dan melakukan komunikasi dengan pemerintahan pusat untuk program tersebut.

“Dalam program untuk Wisata Bihari di dalamnya berisi konten-konten kebudayaan dan cikal bakal sejarah Galuh yang melegenda, dan untuk Wisata Kiwari ini pun sebagai prospek menaikan PAD Kabupaten Ciamis dengan wisata-wisata modren di dalamnya,yang mana bisa saja di kaitkan ataupun didirikan berdampingan sehingga bisa saling melengkapi.

Ketua MGMP Mata Pelajaran Sejarah Ciamis, Elin Herlina, S.Pd, menyambut baik program wisata Budaya Kiwari (kekinian) dan Bihari (zaman dulu) yang dicanangkan Disdikbud Kabupaten Ciamis.

Elin menilai, budaya daerah baik budaya lama ataupun baru, harus terus dilestarikan karena nantinya dari hal tersebut dapat memberi kesempatan bagi guru sejarah untuk mempelajari kearifan lokal dalam mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di masa lalu, sehingga bisa menghadapi masalah-maslah di masa depan.

Elin menuturkan, potensi wisata budaya yang ada di Ciamis harus bisa dikembangkan melalui wisata budaya ataupun dengan pendalaman materi di dalam pembelajaran. “Budaya lokal harus dilestarikan dan dijadikan salah satu destinasi wisata kota Ciamis. Bahkan kita juga terus meningkatkan pengenalan budaya lokal lewat pembelajaran,” ungkapnya.

Menurut Elin, Kabupaten Ciamis memiliki jejak perjalanan sejarah yang panjang dari mulai jaman praaksara hingga setelah kemerdekaan. Ini merupakan warisan yang tak tergantikan serta juga kaya dengan keanekaragaman budaya lokal.

“Seharusnya mati-matian melestarikan warisan budaya yang sampai kepada kita supaya anak cucu kita juga bisa menikmati,” katanya.

Elin menambahkan, melestarikan tidak berarti membuat sesuatu menjadi awet dan tidak mungkin punah. Melestarikan berarti memelihara untuk waktu yang sangat lama. Jadi upaya pelestarian warisan budaya lokal berarti upaya memelihara warisan budaya lokal untuk waktu yang sangat lama, tidak hanya menjaga tetapi memberikan pengetahuan kepada generasi muda tentang nilai-nilai yang terkandung merupakan bentuk pelestarian. (Heri/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!