Ditahan Imbang PSPS, Peluang PSGC Ciamis Lolos ke Babak 8 Besar Makin Berat

05/11/2016 0 Comments
Ditahan Imbang PSPS, Peluang PSGC Ciamis Lolos ke Babak 8 Besar Makin Berat

PSGC Ciamis saat melawan PSPS Pekanbaru pada lanjutan babak 16 besar grup D kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B, di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (05/11/2016). Foto: Tantan Mulyana/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Peluang PSGC Ciamis untuk lolos ke babak 8 besar kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) Seri B tampaknya semakin berat, setelah ditahan imbang PSPS Pekanbaru dengan skor 2-2, pada lanjutan babak 16 besar grup D, di Stadion Galuh Ciamis, Sabtu (05/11/2016).

Di babak pertama, PSGC sebenarnya sudah unggul 2-0 lewat gol yang diciptakan Andi Kurniawan di menit ke 10 dan Joko Sasongko di menit 45. Namun, kemenangan yang sudah di depan mata, harus sirna setelah PSPS membalas dua gol di babak kedua lewat tendangan Ifrawadi di menit 77 dan Fahri di menit 89.

PSGC kini tinggal menyisakan satu laga melawan PSIS Semarang di kandangnya. Meski PSGC pada laga terakhir bisa mengalahkan PSIS, namun tidak otomatis bisa langsung melanggang lolos ke babak 8 besar. Tetapi, harus melihat hasil pertandingan antara Persip Pasuruan melawan PSPS Pekanbaru. Dengan begitu, kecil peluang PSGC untuk mendapatkan tiket babak 8 besar. Apalagi, PSIS Semarang memiliki rekor baik apabila bermain di kandangnya.

Dari jalannya laga, PSGC yang didukung ribuan suporternya unggul lebih dulu lewat gol yang diciptakan Andi Kurniawan di menit 10. Gol pertama PSGC berawal dari tendangan sudut yang diambil Joko Sasongko, lalu disundul oleh Rosian, namun bola mengenai tiang gawang dan mengarah ke depan Andi Kurniawan. Andi yang berdiri bebas langsung meneruskan tendangan keras ke mulut gawang PSPS. Kedudukan pun 1-0 untuk PSGC.

Setelah unggul, para pemain PSGC terus melancarkan serangan demi serangan. Pada menit 18, PSGC memiliki peluang untuk menggandakan keunggulan setelah mendapat hadiah pinalti. Wasit menunjuk titik putih setelah pemain belakang PSPS melakukan handsball di kotak pinalti. Anggo Julian yang menjadi algojo ternyata gagal setelah tendangannya berhasil ditepis kiper PSPS Susanto. Kedudukan pun masih tetap 1-0.

Meski terus mendapatkan tekanan, para pemain PSPS yang dimotori Ponda Dwi Saputra, sesekali melakukan serangan balik dan menciptakan beberapa peluang. Namun, karena rapatnya pengawalan pemain belakang PSGC, tak ada satupun peluang PSPS yang berhasil menjadi gol.

Memasuki menit ke 30, keributan antar pemain sempat terjadi, setelah Topan pemain PSGC dilanggar keras oleh Firman pemain PSPS. Namun, wasit yang memimpin pertandingan, tampak sigap melerai keributan dan langsung memberikan kartu kuning kepada Firman pemain PSPS.

Di akhir babak pertama, PSGC berhasil memperbesar keunggulan setelah serangan yang dibangun dari kaki ke kaki antara Arif Budiman, Andi Kurniawan dan Rosian, berhasil diteruskan Joko Sasongko dan membuahkan gol kedua. Hingga babak pertama usai, kedudukan 2-0 untuk keunggulan PSGC.

Di babak kedua, meski sudah unggul 2-0, PSGC tidak lantas mengendurkan serangan. Inisiatif serangan yang dibangun dari berbagai lini terus dilancarkan anak-anak Ciamis. Di awal babak kedua, PSGC terus mengurung pertahanan PSPS dan praktis mengusai pertandingan.

Untuk menambah daya serang, pelatih PSGC Heri Rafni Kotari, melakukan pergantian dengan menarik Arif Budiman yang cidera dan digantikan Ganjar Kurniawan. Rosian pun ditarik dan digantikan Saeful Amar. Langkah yang sama pun dilakukan pelatih PSPS Philip Hansen. Redo ditarik dan digantikan Ahmad. Kemudian Firman ditarik dan digantikan Riki Salahudin.

Hingga menit ke 55, para pemain PSGC bertubi-tubi melakukan serangan. Namun, karena rapatnya pertahanan pemain belakang PSPS, membuat peluang PSGC kerap kandas.

Meski terus mendapat tekanan dari PSGC, namun pemain PSPS tampak tidak terpancing dan hanya bertahan mesti sudah tertinggal dua gol. Pemain PSPS hanya sesekali melakukan serangan dan itu pun tidak sampai mengancam gawang PSGC.

Di menit ke 60 pergantian kembali dilakukan PSGC. Dimas Galih masuk mengantikan Andi. Alhasil, Galih beberapa kali menciptakan peluang dan mengancam gawang PSPS. PSPS pun kembali melakukan pergantian. Teguh masuk dan digantikan Halif.

Memasuki menit 70, PSGC tampak menurunkan tempo serangan. Hal itu tampaknya mulai dimanfaatkan oleh pemain PSPS yang dari awal melakukan definisif. Melalui serangan balik, tepatnya di menit 77, pemain PSPS Ifrawadi, mencoba melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak pinalti. Tendangan keras Ifrawadi yang mengarah ke mulut gawang PSGC ternyata tak mampu dibendung kiper PSGC Ghoni Yanuar. Kedudukan pun berubah menjadi 2-1.

Setelah berhasil memperkecil ketertinggalan, rupanya membuat pemain PSPS semakin percaya diri. PSPS pun mulai bermain terbuka dan berbalik menyerang ke pertahanan PSGC. Pemain PSPS tercatat beberapa kali melakukan tendangan langsung dari luar kotak pinalti dengan harapan bisa mengulang sukses gol pertama.

Memasuki menit 80, koordinasi pemain belakang PSGC tampak melemah. Kondisi itu kembali dimanfaatkan oleh pemain PSPS untuk mengobrak-abrik lini pertahanan PSGC. Pemain PSPS pun tak henti-hentinya menggempur pertahanan PSGC melalui tendangan spekulasi dari luar kotak pinalti.

Alhasil, di menit  89, tendangan keras pemain PSPS Fahri dari luar kotak pinalti kembali membobol gawang PSGC yang dijaga Ghoni Yanuar. Kedudukan berubah menjadi 2-2.

Saat memasuki tambahan waktu yang hanya dua menit, PSGC sempat mendapat peluang melalui Ganjar Kurniawan. Namun sayang, bola dari tendangan Ganjar masih bisa ditangkap kiper PSPS. Hingga peluit babak kedua dibunyikan, kedudukan tetap sama kuat 2-2. (Es/R2/HR-Online)‎

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!