Event Otomotif Kerap Digelar di Langensari Banjar, Homestay Bisa Jadi Peluang Bisnis

23/11/2016 0 Comments
Event Otomotif Kerap Digelar di Langensari Banjar, Homestay Bisa Jadi Peluang Bisnis

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Minimnya fasilitas hotel di Kota Banjar membuat para pecinta otomotif yang datang dari luar kota untuk mengikuti event otomotif di Langensari, Kota Banjar, sering merasa bingung karena susah mendapatkan penginapan untuk beristirahat.

Seperti diungkapkan Kuwat Pamudji (38), dari Tim Trail Adventure Banyumas, Jawa Tengah. Dirinya mengaku sudah tiga kali mengikuti event otomotif di Langensari, Kota Banjar. Namun, dia beserta rekan-rejan setimnya kerap kebingungan untuk mencari tempat menginap.

“Sudah tiga kali saya mengikuti event otomotif di sini. Tapi penyakitnya cuma satu, yakni minimnya penginapan untuk kami beristirahat. Meskipun ada, pasti penginapan tersebut sudah penuh dibooking,” tutur Kuwat, kepada Koran HR, melalui ponselnya, Selasa (22/11/2016).

Hal serupa juga dikatakan Iwa Suryana (40), dari salah satu club motor asal Bandung. Menurutnya, event otomotif tahunan di Langensari, Kota Banjar selalu sukses. Namun terkadang beberapa peserta sering mengeluh akibat terbatasnya penginapan.

“Semoga untuk kedepannya di Langensari bisa secepatnya dibangun sebuah hotel, tidak perlu hotel berbintang, hotel kelas melati juga sudah cukup,” kata Iwa.

Mengenai hal ini, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Banjar, Evy Firmansyah, mengatakan, event otomotif yang digelar tahunan di Sport Center Langensari, Kota Banjar, bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri bagi Kota Banjar.

Selain itu, juga bisa menjadikan suatu keberkahan bagi warga sekitar Langensari. Pasalnya, event tahunan tersebut menjadi ladang usaha bagi masyarakat Langensari, terutama mereka yang bermukim di wilayah sekitar Sport Center.

“Event tahunan itu tentunya bisa menyedot peserta, tamu, wisatawan untuk berpartisipasi. Tentunya bagi peserta apabila ingin berlama-lama di Langensari dipastikan membutuhkan tempat penginapan, dikarenakan fasilitas penginapan di daerah tersebut belum ada,” ujarnya.

Hal itu akan menjadi suatu peluang usaha bagi masyarakat Banjar, khususnya masyarakat Langensari. Menurutnya, masyarakat setempat harus bisa membuat homestay atau penginapan rumah.

“Homestay adalah pemukiman warga sekitar tempat untuk beristirahat, ruangan-ruangannya di tata rapi seperti di hotel-hotel. Dengan konsep homestay bisa menjadi salah satu solusi mengatasi permasalahan penginapan di Langensari. Tentunya dengan kenyamanan pengunjung supaya mereka betah,” kata Evy, yang kini bekerja di Kementerian Sapta Pesona.

Konsep Homestay sendiri pun disetujui oleh Camat Langensari, Asno Sutarno. Selain tamu kegiatan otomotif, menurutnya di Langensari pun ada wisata religi, yakni pada acara Haul di Pesantren Arriyadloh Assanusiyah di Dusun Sinargalih, Blok Pasirlening, RT/RW.4/2, Desa Langensari, atau ziarah ke makam Syeh Sanusi.

“Selain event otomotif, di Langensari pun sering ada tamu yang datang ke Pesantren Arriyadloh Assanusiyah untuk berziarah ke makam Syeh Sanusi. Biasanya mereka yang datang dari luar daerah. Untuk itu, selain homestay, di sana pun perlu adanya rest area atau tempat parkir untuk pengunjung,” kata Asno.

Di tempat terpisah, Wakil Walikota Banjar, drg. H. Darmadji Prawirasetya, juga mengatakan hal yang sama. Menurut dia, dengan adanya homestay dan rest area, maka peluang lainnya pun masih ada, yakni kuliner.

“Kuliner juga menjadi peluang untuk masyarakat membuka catering. Tentu makanannya harus standar hotel, dan konsep homestay menjadi satu alternatif penginapan di Langensari,” kata Darmadji. (Hermanto/R3/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!