Ini Pengakuan RS, Pelaku Pencabulan Gadis 17 Tahun di Banjar

07/11/2016 1 Comment
Ini Pengakuan RS, Pelaku Pencabulan Gadis 17 Tahun di Banjar

RS (18) saat diperiksa polisi di ruang Satreskrim Polresta Banjar, Senin (7/11/2016). RS diduga telah melakukan pencabulan terhadap TA (17), gadis asal Lingkung Tanjungsukur, Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar. Photo : Hermanto/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Di hadapan polisi, RS (18) pelaku pencabulan terhadap kekasihnya yakni TA (17), gadis asal Lingkung Tanjungsukur, Kel. Hegarsari, Kec. Pataruman, Kota Banjar, mengaku terpaksa melakukan persetubuhan dengan pacarnya.

Hal tersebut dilakukan karena RS merasa cemburu terhadap TA, yang diduga berselingkuh dengan AD (20), tak lain masih teman RS.

[ Berita Terkait : Dicekoki Obat Batuk, Gadis Banjar Disetubuhi Pacarnya ]

Dari pengakuan RS, dia memberikan 10 shaset obat batuk cair kepada TA untuk diminum dengan maksud supaya mengaku. Dalam keadaan mabuk akibat pengaruh obat batuk tersebut, TA mengakui bahwa ia bersama AD hanya berciuman saja.

“Saya memberi Komix agar TA mabuk dan mengakui apa yang diperbuat antara dirinya dengan AD. Jujur dalam posisi ini saya cemburu,” terangnya kepada HR Online, di ruang Satreskrim Polresta Banjar, Senin (7/11/2016).

Mendengar pengakuan TA, RS pun naik pitam. Dengan dibara api cemburu, RS langsung marah dan mengancam kepada TA akan menyebarluaskan foto-foto bugil korban, yang diambil secara paksa sewaktu gadis tersebut sedang mandi.

“Tapi sebenarnya foto itu tidak ada, tujuan saya hanya menakut-nakuti,” imbuhnya.

RS yang merupakan siswa kelas IX di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Banjar, kepada petugas mengaku menyesal telah melakukan perbuatan asusila terhadap kekasihnya.

Kini RS harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di muka hukum. RS terancam hukuman 15 tahun penjara sesuai dengan pasal 81 ayat 1 dan 82 ayat 1 Undang-Undang No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang No 23 Tahun 2002 tentang Undang-Undang Perlindungan Anak. (Hermanto/R5/HR-Online)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Ryska Tyo November 08, at 08:38

    Jika hukum adil, Seharusnya AD jadi tersangka juga dan TA juga bukan sekedar jadi korban, tapi jadi tersangka juga, : sindikat kasus dan penjualan memek !! Mungkin Milih korban Kasus ya ,, !! Periksa bos, pastinya begini, sebetulnya AD lebih dekat kepada TA, biarpun ada penjelasan AD temannya RS, kenapa ?? Karena ada unsur kesengajaan dari AD dan TA yang jadi pemicunya !! Anehnya dan lucunya, kenapa jeratan hukumnya tentang perlindungan anak, Pikir sama semuanya ?? Ada unsur kesengajaan biar hukumannya berat dan itu menjadi dasar pertimbangan biar dendanya gede oleh keluarga TA.Padahal, seperti penjelasan sebelumnya, memeknya gaul contohnya bersama AD tadi, bersama yang lainnya pastinya lebih, Periksa Bos TA dan AD juga ya !! Itu lebih baik !!

    Reply

Leave a Reply