Lagi, RBK Banjar Gebrak Budaya Literasi Lewat Diskusi Pendidikan

27/11/2016 0 Comments
Lagi, RBK Banjar Gebrak Budaya Literasi Lewat Diskusi Pendidikan

Diskusi pendidikan dalam peringatan hari guru di Ruang Baca Komunitas (RBK) bersama puluhan guru dan pelajar Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Puluhan guru di Banjar dan pelajar dari berbagai tingkatan mengikuti diskusi pendidikan dalam rangkaian peringatan hari guru di sekretariat Ruang Baca Komunitas (RBK) Kota Banjar, Sabtu (26/11/2016).

Kegiatan yang bertajuk guru dan literasi, mereka membahas berbagai persoalan pendidikan di sekolah yang kaitannya dengan budaya membaca siswa.

Eti, guru SMPN 5 Banjar, mengatakan, pemerintah saat ini tengah gencar mengkampanyekan budaya literasi ke berbagai sekolah, termasuk di Banjar. Hal tersebut termaktub dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 23 tahun 2015  yang mulai dilaksanakan pada tahun 2016.

“Melalui Gerakan Literasi Sekolah (GLS), semua pelajar dari berbagai tingkatan dituntut agar gemar membaca dengan tahapan-tahapan yang ada. Sementara itu, di Jawa Barat ada West Java Leader’s Reading Challenge (WJLRC). Keduanya sama-sama menebarkan virus budaya membaca,” katanya.

Meski begitu, lanjutnya, GLS sifatnya lebih umum yang berarti untuk semua tingkatan sekolah. Sedangkan WJLRC terbatas untuk SD dan SMP sederajat.

Sementara itu, Sofian Munawar, pendiri RBK, menegaskan bahwa budaya membaca khususnya di Kota Banjar masih memprihatinkan. Bila Indonesia dibanding dengan negara lain berdasarkan catatan UNESCO, minat baca di Indonesia hanya 0.01 persen.

“Dengan semangat yang ada, kami berusaha membantah anggapan UNESCO melalui berbagai kegiatan literasi. Tinggal komitmen semua pihak agar budaya literasi tumbuh pesat. Khusus di Banjar, minat pembaca jauh tertinggal dibanding dengan daerah lain di Jabar, apalagi dengan Ciamis yang kini sudah menggeliat,” paparnya.

Sofian mengapreasi langkah pemerintah yang kali ini mulai mengkampannyekan budaya literasi. Namun, ia menyoroti respon pemerintah daerah yang perlu “dibangunkan” langkahnya soal pendidikan, termasuk didalamnya budaya literasi.

“Kita akan sangat bersyukur jika semua elemen mendukung penuh kampanye literasi. Jika tidak, kami pun tetap bergerak. Sebab, bagi kami budaya literasi adalah bagian kewajiban. Untuk kegiatan ini nantinya juga akan ada tindak lanjut, bukan tidak lanjut,” tandasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)  

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!