Lewat Mojang Jajaka Jabar 2016, Nur Aisyah Siap Harumkan Kota Banjar

10/11/2016 0 Comments
Lewat Mojang Jajaka Jabar 2016, Nur Aisyah Siap Harumkan Kota Banjar

Nur Aisyah, Mojang Pinilih Kota Banjar 2016 yang akan melaju dalam kegiatan Moka Jabar tahun 2016.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Nur Aisyah Suwanda, S.Pd (22), gadis cantik yang sudah menyelesaikan pendidikannya di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung jurusan Bahasa dan Budaya Sunda, mampu membuktikan diri menjadi mojang jajaka (Moka) Kota Banjar tahun 2016 bersama Rd. Hendra Setia Kusumanegara, yang dilaksanakan di Aula Setda Kota Banjar tiga bulan lalu.

Kini, putri pasangan Drs. Wawan Suwanda dan Tuti Hartati, S.Pd., M.Pd., itu sedang mempersiapkan keikutsertaannya dalam kegiatan Moka Jabar pada tanggal 20-23 November 2016 mendatang.

Nur Aisyah yang juga mahir menari jaipong dan fasih bahasa Inggris ini mengaku mempunyai misi khusus mengikuti kompetisi tersebut, yaitu siap ikut mengharumkan Kota Banjar.

“Tidak menyangka bisa jadi juara atau jadi mojang pinilih Kota Banjar 2016, dan alhamdulillah berhak atau diberi kesempatan untuk mewakili Kota Banjar pada kegiatan Moka Jabar 2016,” kata Nur Aisyah, kepada Koran HR, saat ditemui di rumahnya yang beralamat di Lingkungan Sidamukti, RT.03, RW.05, Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Sabtu (05/11/2016) lalu.

Menurut dia, padahal sudah masuk grand final Moka Kota Banjar pun dirinya sangat bersyukur. Terlebih saat karantina, karena ternyata menyenangkan dan mendapat banyak pelajaran ilmu, persaudaraan serta pendidikan kehidupan.

“Ikut serta kegiatan Moka Jabar dengan bersaing dengan 25 kabupaten/kota lainnya, tentu menjadi tantangan bagi saya untuk mampu membuktikan diri sebagai mojang asal Kecamatan Langensari, yang tentunya bisa membawa harum nama Kota Banjar,” tutur Nur Aisyah, yang pernah dikirim UPI dalam misi budaya ke negara Jepang pada Oktober 2015 lalu.

Dia juga mengaku, dinobatkan sebagai duta pariwista tentu banyak hal yang harus dilakukannya untuk membuat pariwisata di wilayah Kota Banjar ini semakin menggeliat, serta menunjukan potensi lainnya yang tersedia.

Bahkan, Nur Aisyah sendiri ingin mempromosikan budaya Sunda yang ada di Kota Banjar, salah satunya Ngabungbang dan kesenian Reog Kohkol. Tradisi tersebut menuntutnya untuk terus beraktivitas dan melestarikan budaya Sunda.

Selain itu, wisata kuliner yang ada di Kota Banjar, seperti Pepaya California, Blimbing Madu, dan batik Banjar, juga akan diperkenalkannya. Semua potensi itu akan ditampilkannya dalam sesi unjuk kabisa kompetisi Moka Jabar 2016.

Rangkaian kegiatan pun sudah mulai diikutinya, yakni technikal meeting di Disparbud Provinsi Jabar, pada hari Rabu (02/11/2016) lalu. Selanjutnya, acara inti kegiatan akan dilaksanakan tanggal 20-23 November 2016 mendatang, diantaranya mengikuti karantina di Marbella Suite Hotel, Mojang Jajaka Tandang Makalangan dan Helaran Mini Kemilau Nusantara di teater tertutup Taman Budaya Provinsi Jabar, Grand Final di Gedung Sasana Budaya Ganesha dan acara penutupan.

“Untuk itu, saya mohon do’anya kepada warga Kota Banjar. Meski juara bukan tujuan utama, semoga saya mampu berupaya maksimal, dan tentunya berharap dukungan Pemkot Banjar memberikan tambahan wawasan Kebanjaran sebagai bekal mengikuti ajang tersebut,” harap Nur Aisyah, yang juga sebagai guru honorer di SMA Negeri 2 Banjar.

Sementara itu, ibunya, Tuti Hartati, mengaku bangga atas raihan predikat yang telah diraih putrinya. Dia berharap dan berpesan kepada anaknya agar mampu menunjukkan kemampuannya dan berupaya maksimal dalam ajang Moka Jabar 2016.

“Bukan artinya mengejar juara, tapi justru lebih pada bagaimana bisa mendapatkan ilmu dan pengalaman untuk bekal hidup. Tak terkecuali tak melupakan budaya daerah dan bangga menjadi orang Banjar,” kata Tati.

Ditemui terpisah, Lurah Muktisari, Feri Angga Kostradini, S.IP., mengatakan, meski tidak mengetahui bahwa warga di wilayah kerjanya ada yang memperoleh prestasi tersebut, namun dirinya bangga dan sangat mengapresiasinya.

“Mudah-mudahan prestasi itu bisa berlanjut di tingkat Jabar. Semoga pula Moka dijadikannya langkah awal ikut mengabdi kepada daerahnya, khususnya bagi perkembangan pembangunan di Kelurahan Muktisari,” harap Feri. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!