Mengenal Iwa Kusuma Sumantri Pahlawan Nasional asal Ciamis

10/11/2016 0 Comments
Mengenal Iwa Kusuma Sumantri Pahlawan Nasional asal Ciamis

Iwa Kusuma Sumantri (photo : wikipedia.org)

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Iwa Kusuma Sumantri lahir di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, tanggal 31 Mei 1899. Dia meninggal saat memasuki usia 72 tahun, tepatnya pada 27 November 1971. Iwa juga dikenal sebagai seorang politisi nasional, pengacara dan pejuang hak-hak buruh (pekerja). Iwa juga pernah menduduki jabatan menteri pada era kepemimpinan Presiden Soekarno. Dan pada tahun 2002, Iwa Kusuma Somantri dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional Indonesia.

Dilansir dari Wikipedia.org, Iwa Kusuma Somantri menjalani pendidikan dasar di sebuah lembaga pendidikan yang dikelola pemerintah Belanda. Kemudian, melanjutkan pendidikan di Opleidingsschool Voor inlandse Ambtenaren (OSVIA) atau sekolah pegawai pemerintah pribumi. Dia kemudian pindah ke sekolah hukum di Jakarta (Batavia). Di Jakarta, Iwa bergabung dengan organisasi Jong Java atau organisasi pemuda Jawa. Dan pada tahun 1921, Iwa melanjutkan pendidikan ke Universitas Leiden di Belanda.

Di Belanda, Iwa bergabung dengan Serikat Indonesia (Indonesische Vereeniging). Organisasi tersebut merupakan kelompok nasionalis yang terdiri dari para intelektual asal Indonesia. Selanjutnya pada tahun 1925, Iwa mengambil pendidikan di perguruan tinggi di Uni Soviet selama satu semester. Kemudian pada tahun 1927, Iwa pulang kampung, bergabung dengan Partai Nasional Indonesia dan bekerja sebagai advokat.

Setelah itu, di Medan Sumatera Utara, Iwa mendirikan perusahaan media bernama Matahari Terbit. Media Matahari Terbit dikenal sebagai media yang memperjuangkan hak-hak buruh dan perkebunan yang dikuasai Belanda. Karena tulisan dan media Matahari Terbit dinilai membahayakan, pada tahun 1929 Iwa ditangkap Belanda dan terpaksa dibui selama satu tahun.

Iwa kemudian diasingkan ke Banda Neira Kepulauan Banda. Disana, Iwa menjadi seorang muslim taat. Di pengasingan, Iwa juga bertemu dengan sejumlah tokoh nasionalis seperti Muhammad Hatta, Sutan Sjahrir dan Tjipto Mangunkusumo. Setelah itu, pada masa pendudukan Jepang (1942-1945), Iwa kembali ke Batavia dan menjalankan sebuah lembaga hukum.

Paska Jepang mengalami kekalahan, pemimpin nasionalis Indonesia mempersiapkan kemerdekaan. Pada kesempatan itu, Iwa menyarankan penggunaan istilah proklamasi. Dia juga membantu penyusunan UUD 1945. Di masa awal kemerdekaan, Iwa terpilih menjadi anggota kabinet pertama kepemimpinan Presiden Soekarno dan menjabat Menteri Sosial. Sayangnya, Iwa bersama M Yamin, A Soebardjo dan Tan Malaka ditahan pemerintah setelah dituduh terlibat dalam peristiwa 3 Juli 1946.

Pada tahun 1949 atau pada masa Republik Indonesia Serikat, Iwa menduduki jabatan anggota Dewan Perwakilan Rakyat hingga tahun 1950. Kemudian pada tahun 1953, Iwa menjadi Menteri Pertahanan Pertama di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo sampai tahun 1955. Dan di tahun 1957, Iwa menjadi Rektor Universitas Padjadjaran Bandung. (Deni/R4/HR-Online)

Sumber ; wikipedia.org

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!