MUI & HTI Banjar Sepakat Penghina Al Qur’an Harus Dihukum

07/11/2016 0 Comments
MUI & HTI Banjar Sepakat Penghina Al Qur’an Harus Dihukum

Humas HTI Jawa Barat, Ustadz Luthfi Affandi, SH., MH., bersama Ketua MUI Kota Banjar, KH. Mukhtar Gozali, dan pengurus DPD HTI Kota Banjar, dalam agenda Halqoh Islam dan Peradaban yang membahas tentang hukuman terhadap penghina Al Qur’an. Photo: Eva/HR.  

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penghinaan terhadap Al Qur’an terus terjadi karena hukum Islam tidak diterapkan, sehingga orang tidak jera ketika menghina Islam. Dalam standar Islam, satu orang yang lecehkan Islam maka akan dihukum mati.

Hal itu ditegaskan Humas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat, Ustadz Luthfi Affandi, SH., MH., dalam agenda Halqoh Islam dan Peradaban (HIP) yang membahas tentang hukuman terhadap penghina Al Qur’an dalam perspektif Islam, Minggu (06/11/2016), bertempat di Gedung Dakwah Kota Banjar.

“Kaum muslim wajib untuk memuliakan dan mensucikan Al Qur’an. Oleh karena itu, siapa saja kaum muslim yang menghina Al Qur’an berarti telah melakukan dosa besar. Bahkan telah dinyatakan murtad dari Islam,” terangnya.

Lutfi juga mengatakan, berdasarkan dalil dari Al Qur’an hingga perkataan para ulama, bahwa seorang muslim yang melecehkan Al-Qur’an, baik dalam hatinya, dengan perkataan, atau dengan perbuatan, maka dihukumi murtad. Bahkan, yang hanya bersenda gurau saja dengan Al Qur’an tetap dihukumi murtad. Sebagaimana dipahami dalam Islam, seorang yang murtad harus dihukum mati.

Sedangkan, terkait orang non muslim yang menghina Al Qur’an, Luthfi juga menjelaskan, bahwa dalam Islam, jika non muslim ahli dzimmah (non muslim dalam lindungi Khilafah), maka orang tersebut harus dikenai hukuman yang sangat berat. Dalam hal ini bisa dicabut dzimmah-nya hingga sanksi hukuman mati.

“Bagi non muslim, non ahli dzimmah, maka khilafah akan membuat perhitungan dengan negaranya. Bahkan bisa dijadikan alasan khalifah untuk memerangi negaranya dengan alasan menjaga kehormatan dan kepentingan Islam dan kaum muslim,” terang Lutfi.

Ketua MUI Kota Banjar, Mukhtar Ghozali, SH.I., menambahkan, MUI menuntut agar Ahok yang telah menghina Al Qur’an harus diproses secara hukum. Pihaknya pun tidak akan mencabut tuntutan tersebut.

“Saya juga menyayangkan terhadap orang muslim yang malah mencibir kepada sesama kaum muslim yang ikut aksi pada tanggal 4 November kemarin, di mana kaum muslim menuntut agar penghina Al Qur’an dihukum. Padahal, umat Islam justru harus membela Al Qur’an ketika dihina,” tandas Mukhtar. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!