Pemborong di Pangandaran Rugi, Rangka Jembatan Roboh Dihantam Banjir

25/11/2016 0 Comments
Pemborong di Pangandaran Rugi, Rangka Jembatan Roboh Dihantam Banjir

Proyek pemasangan glagar jembatan yang didanai APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2016 sebesar Rp. 1,8 milyar, di Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terkendala banjir yang terjadi kamarin. Foto: Istimewa/Koang

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Rangka jembatan pada proyek pemasangan glagar jembatan yang didanai APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2016 sebesar Rp. 1,8 milyar, di Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Kamis (24/11/2016) dini hari, hanyut terbawa banjir. Akibatnya, pemborong yang mengerjakan proyek ini dikabarkan mengalami kerugian, akibat sejumlah besi penyangga jembatan hanyut terbawa banjir.

Sementara besi glagar WF jembatan masih bisa diselamatkan, meski sempat terseret arus banjir hingga beberapa meter dari lokasi proyek. “Padahal, pengerjaan pemasangan glagar jembatan ini tinggal finisihing. Waktu itu pemborong tengah menyelesaikan pemasangan rangka jembatan sebelum terseret banjir,” kata Plt Kabid Binamarga Dinas PU, Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran, Anang Yogaswara, kepada HR Online, Jum’at (25/11/2016).

Anang menambahkan, kejadian hanyutnya rangka jembatan tersebut terjadi pada Kamis (25/11/2016) sekitar pukul 03.00 WIB dini hari atau beberapa jam setelah pilar jembatan bailey Ciputrapinggan, ambrol. “Saat kejadian, sungai meluap dan airnya naik ke atas rangka jembatan. Tak lama kemudian arus banjir yang kencang merobahkan rangka jembatan hingga beberapa besi penyangganya hanyut terbawa banjir,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Anang, sudah meminta kepada pemborong untuk mengajukan surat dan memberikan bukti bahwa terjadi kerusakan pekerjaan akibat bencana alam. “Surat itu nanti disampaikan kepada Bupati. Apakah nanti ada atau tidak keringanan untuk mengganti kerugian pemborong, itu kewenangannya ada pada Bupati,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Anang, pihak pemborong sudah menyatakan kesiapannya untuk melanjutkan pekerjaan hingga batas waktu kalender yang sudah ditetapkan, yakni pada 23 Desember mendatang.

“Tapi, kami di internal Dinas PU akan melakukan survey ke lokasi dulu. Apakah pekerjaan jembatan tersebut layak dilanjutkan atau tidak. Karena kami khawatir kalau jembatan tersebut dipasang kembali akan terkena banjir di kemudian hari,” ujarnya.

Menurut Anang, pembangunan jembatan Ciparakan ini untuk akses jalan menghubungkan ke Desa Tunggulis dan Pagargunung, Kecamatan Pangandaran. (Bgj/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!