Penebangan Dilakukan di Lahan Produksi Resmi, Pihak Perhutani Ciamis Bantah Lakukan Kesalahan

09/11/2016 0 Comments
Penebangan Dilakukan di Lahan Produksi Resmi, Pihak Perhutani Ciamis Bantah Lakukan Kesalahan

Kerusakan hutan produksi pasca dilakukan penebangan di kawasan Gunung Gegerbentang, Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis. Foto: Istimewa/SPP

Berita Ciamis,(harapanrakyat.com),-

Terkait penebangan hutan yang di petak 8, Kecamatan Banjarsari, pihak Perum Perhutani KPH Ciamis, membantah telah melakukan kesalahan. Pasalnya, penembangan itu sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan karena lahan tersebut merupakan lahan hutan produksi.

Menurut Kusnadi, salah seorang karyawan bagian penanaman Perum Perhutani KPH Ciamis, ketika ditemui HR, Selasa (01/11/2016) lalu, mengatakan, penebangan kayu di petak 8 berada dalam lahan hutan produksi, sehingga tidak salah.

“Itu lahan produksi yang resmi, sehingga kami dari Perhutani KPH Ciamis melakukan tebangan tahun 2016 sekarang ini. Tapi lahan tersebut kini disiapkan untuk masa tanam pada bulan Maret tahun mendatang,” ungkapnya.

Kusnadi juga menjelaskan, bahwa petak 8 yang berada di Kecamatan Banjarsari, sejak dulu menjadi lahan hutan produksi. Dengan demikian, maka pasti ada tanam tebang di lahan yang memang disiapkan untuk itu.

Namun, ketika penebangan berlangsung pihaknya juga tidak mengabaikan terhadap ketentuan yang sudah ditetapkan, mana lahan hutan produksi, mana lahan konserfasi, mana hutan lindung. Dengan begitu, setiap kali melakukan penebangan selalu di lahan yang sudah ditetapkan.

“Mengenai kejadian bencana, memang sekarang dalam cuaca ekstrim jadi tidak bisa dihindarkan, sehingga kami segera mengantisipasi hal itu, terlebih lahan Perhutani yang terjadi bencana,” ujarnya.

Perum Perhutani KPH Ciamis, sudah menyiapkan untuk melakukan penanaman kembali karena sudah saatnya melakukan penanaman. Jadi, lahan produksi  yang tadinya bekas penebangan bisa segera kembali hijau.

“Adapun pembiaran lahan sebelum ditanami kembali, itu karena menunggu masa tanam dari bibit  yang memang belum waktunya, dan sekarang sudah disiapkan dan bisa segera dilakukan penanaman kembali,” pungkas Kusnadi. (Es/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!