Pengakuan Remaja di Banjar yang Gemar “Ngomix” Bikin Miris

13/11/2016 1 Comment
Pengakuan Remaja di Banjar yang Gemar “Ngomix” Bikin Miris

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Penyalahgunaan obat batuk jenis komix makin hari kian meresahkan warga. Pasalnya, penyalahgunaan obat batuk tersebut kini telah menyentuh kepada kalangan para pelajar. Hal ini terbukti beberapa waktu lalu seorang pelajar di Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang masih lengkap dengan seragamnya, mengalami over dosis (OD) akibat banyak mengkonsumsi obat batuk tersebut. Dia ditemukan tergeletak di Alun-alun Langensari saat ada acara pentas musik.

Kemudian, pada hari Kamis (03/11/2016) lalu, di Dusun Rancakole, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, seorang pelajar salah satu SMA di Kota Banjar berinisial TA (17), dicekoki obat batuk komix oleh kekasihnya berinisial RS (18), yang juga masih pelajar kelas IX di salah satu SMK di Kota Banjar, hingga tak sadarkan diri dan kemudian terjadi tindak asusila.

Sementara itu, sejumlah remaja yang gemar “ngomix” pun terlihat di Taman Kota Banjar. Pantauan Koran HR di lapangan, Sabtu (05/11/216) malam lalu, sekitar jam 23.45 WIB, beberapa remaja yang tengah “ngomix” itu mengaku awalnya hanya coba-coba hingga akhirnya ketagihan.

Seperti diungkapkan Jalu (bukan nama sebenarnya). Saat dijumpai Koran HR, remaja berusia 17 tahun ini sedang “ngomix” bersama tiga orang temannya. Tanpa ragu dia pun menceritakan awal mulanya kecanduan obat batuk cair tersebut.

Dia mengaku mengkonsumsi obat batuk cair dengan dosis tinggi setelah sering ikut jamming di sebuah acara pentas musik khas Jamaika. Namun lambat laun dia pun kini menikmatinya.

“Awal “ngomix” saya hanya lihat teman-teman. Tapi karena solidaritas, saya kemudian coba-coba dan akhirnya sampai sekarang kecanduan,” kata Jalu, yang juga masih sekolah di salah satu SMA di Kota Banjar.

Remaja lainnya, sebut saja Brow (23), yang dijumpai di sudut belakang taman, tepatnya di pinggir panggung utama Taman Kota Banjar, mengaku mengkonsumsi obat batuk cair tersebut dioplos dengan minuman kemasan.

“Miras sekarang mahal, jadi kami minum yang murah-murah saja yang penting hasilnya sama, yaitu bisa bikin enjoy,” kata Brow, yang tengah “ngomix” dengan beberapa temannya, sambil tertawa.

Di tempat yang lumayan remang, para remaja tersebut tampak cuek mengkonsumsi obat batuk cair dengan jumlah banyak. Menurut mereka, “ngomix” dioplos minuman kemasan merupakan cara mudah dan murah untuk “enjoy.” (Hermanto/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Ryska Tyo November 13, at 17:58

    Mohon penggunaan kata diperjelas dengan pengutipan arti sederhana dan umum , sehingga tidak mengaburkan maksud penulisan dan tanggapan pembaca, seperti pada kata kerja #dicekoki , maksudnya apa ?! Satu pembaca dengan pembaca lainnya : mengartikan dan menafsirkannya berbeda beda !! Ciyus bos !! Sebagian orang mengartikan "dicekoki" pada tulisan diatas adalah memaksa dengan tangan , dengan membuka mulut korban , padahal maksud penulis belum tentu artinya demikian, begitupun dengan kejadiannya.

    Reply

Leave a Reply