Pengalihan Aset PDAM, Pemdes di Ciamis Ini Kelola Usaha Air Bersih

29/11/2016 0 Comments
Pengalihan Aset PDAM, Pemdes di Ciamis Ini Kelola Usaha Air Bersih

Instalasi air bersih. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Pemerintah Desa Pamarican, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, menyebutkan bahwa sarana air bersih yang selama ini dikuasai PDAM Tirta Galuh akan dikembalikan kepada Pemerintah Desa Pamarican.

Hal itu terungkap saat Pemerintah Desa Pamarican menggelar rapat bersama dengan puluhan warga sekaligus pelanggan PDAM Tirta Galuh, pekan lalu, bertempat di Aula Kantor Desa Pamarican.

Alhamdulillah, saat ini sudah adah MoU antara pihak Desa dengan Tirta Galuh terkait pengalihan aset PDAM. Hal ini tidak lepas dari desakan masyarakat yang mengharapkan agar sarana air bersih kembali dikelola oleh pemerintah desa,” katanya.

Endang mengungkapkan, aset PDAM Tirta Galuh yang akan dikembalikan tersebut akan dikelola oleh desa dan menjadi aset Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Pihaknya akan mengembangkan aset tersebut agar menjadi sumber pendapatan bagi desa.

“Semua aset PDAM yang akan dikembalkan nilainya sebesar 900 juta rupiah. Aset tersebut meliputi, modal desa yang dulu sebesar Rp. 700 juta dan ditambah modal dari Tirta Galuh sebesar Rp. 200 juta. modal ini berbentuk barang yang sudah ditanam (saluran pembagian air ke masing-masing pelanggan),” katanya.

Ketua BPD Desa Pamarican, Mulyana, ketika ditemui Koran HR, pekan lalu, berharap agar aset berharga tersebut bisa menjadi sumber pendapatan asli desa (PADes). Selain itu, juga diharapkan bisa memberikan sumbangsih terhadap pembangunan Desa Pamarican.

“Saya berharap dengan adanya aset ini, desa mampu mengelolanya dan menjadikannya sebagai sumber PADes. Tentunya kami selaku BPD sangat mendukung. Kami juga mempersiapkan tatanan pengelolaan PDAM yang akan dijadikan BUMDes. Langkah awal, tentunya kami akan membentuk tenaga ahli sub unit pengelola, memperbaiki saluran serta penampungan sumber mata air,” katanya.

Terkait hal itu, kata Mulyana, pihaknya akan menggandeng Perhutani untuk masalah penghijauan. Dia bersyukur, penghijauan di sumber air sudah ditata. Dia juga optimis, sumber mata air akan kembali normal dan mampu menyuplai kebutuhan air bagi 200 pelanggan yang sudah berjalan. (Suherman/Koran-HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!