Pengusaha Pasar Induk Bogor di Paledah Pangandaran Diminta Jangan Asal Bangun

06/11/2016 0 Comments
Pengusaha Pasar Induk Bogor di Paledah Pangandaran Diminta Jangan Asal Bangun

Tanggul irigasi di lahan tanah milik negara kini diratakan oleh pengusaha pembangunan Pasar Induk Bogor untuk dijadikan sebagai lahan parkir. Photo: Madlani/HR.

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Tokoh pemuda Desa Paledah, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, mempertanyakan terkait tanggul irigasi yang berada di tanah milik negara kini diratakan oleh pengusaha pembangunan Pasar Induk Bogor untuk dijadikan sebagai lahan parkir.

Imad, salah seorang tokoh pemuda setempat, mengatakan, apapun alasannya demi merawat lingkungan, namun itu adalah tanah negara. “Kan ada larangannya, kalau ada bangunan permanen dekat saluran irigasi, harus dipertimbangkan juga izin suratnya ada tidak,” katanya, kepada HR Online, Sabtu (31/10/2016).

Dia juga sangat menyayangkan kalau tanah tersebut digunakan untuk lahan parkir. Seandainya sudah ada izin dari BBWS yang mempunyai kewenangan mengatur masalah pemanfaatan lahan tanggul irigasi, maka harus dibuktikan dengan surat resminya.

“Sangat disayangkan kalau memang lahan tanggul untuk parkir pasar, khawatir nya itu kan tanah negara, kalau masyarakat komplen terkait peruntukannya bagaimana. Jika memang sudah ada izin, ya cantumkan biar jelas legal formalnya,” ujarnya.

Menurut Imad, bila musim hujan, kondisi jalan raya di depan pembangunan Pasar Induk Bogor airnya selalu menggenang karena drinasenya tidak berfungsi, sehingga sangat mengganggu pengguna jalan.

Untuk itu, Imad meminta kepada pengusaha yang akan membangun Pasar Induk Bogor di Desa Paledah ini, harus memperhatikan pula kenyamanan warga sekitar. Artinya jangan asal bangun.

Kepala Desa Paledah, Sano, mengatakan, bahwa pihak pemerintahan desa berupaya untuk tetap menjaga kondusifitas di lingkungannya. Menurutnya, selama pembangunan itu untuk kebaikan umum, silahkan. Tapi kalau untuk dimanfaat oleh perorangan atau pengusaha saja, pihaknya akan memperingatkan terkait hal itu.

“Sepanjang itu sifatnya menjaga serta merawat lingkungan, terus aspek keamanannya dijamin, silahkan asal tidak merusak dan mendirikan bangunan permanen di sekitar lahan irigasi. Kami juga sudah mewanti-wanti hal tersebut,” kata Sano. (Madlani/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!