Penuhi Keinginan Warga Muktisari Banjar, Pelaksana Proyek Jalan Lakukan Perbaikan

06/11/2016 0 Comments
Penuhi Keinginan Warga Muktisari Banjar, Pelaksana Proyek Jalan Lakukan Perbaikan

Proyek pelebaran jalan antara Prapatan Kidul (Parkit) sampai Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, yang sebelumnya sempat diprotes, kini sudah diperbaiki oleh pihak pelaksana dan Dinas PU Kota Banjar. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pihak pelaksana dan Bidang Bina Marga Dinas PU Kota Banjar, akhirnya membongkar proyek pelebaran jalan antara Prapatan Kidul (Parkit) sampai Pasar Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang sebelumnya sempat diprotes dan diberhentikan warga karena diduga tak sesuai kontruksi.

Menurut Wawan Budianto, warga setempat, bahwa pembongkaran terhadap beberapa meter ruas jalan tersebut telah dilakukan seminggu yang lalu. Warga pun bersyukur karena keinginannya akhirnya dikabulkan oleh pihak pelaksana proyek dan OPD terkait.

“Hal itu jelas menandakan kalau mereka mengakui pekerjaan yang laksanakan waktu itu tak sesuai kontruksi. Kami bukan menghalangi proses pembangunan, tapi setidaknya hasilnya harus maksimal atau sesuai kontruksinya dalam perencanaan. Makanya, waktu mediasi pun minta tetap dibongkar,” tuturnya, kepada Koran HR, Selasa (01/11/2016) lalu.

Wawan juga meminta agar proyek pelebaran jalan yang akan dikerjakan, seperti pelebaran jalan irigasi, tepatnya antara prapatan Pasar Muktisari sampai perbatasan Desa Waringinsari dengan Citamiang, Jawa Tengah, yang saat ini baru selesai penebangan pohon, untuk diperhatikan dan dikerjakan sebagaimana layaknya kontruksi.

Sementara itu, Camat Langensari, Asno Sutarno, mengatakan, dalam permasalahan tersebut, pihaknya memfasilitasi untuk duduk bersama antara pihak pelaksana proyek, Bidang Bina Marga Dinas PU dengan warga setempat.

“Persoalan itu sudah diselesaikan, dan selanjutnya mari kita dukung berbagai proyek pembangunan fisik yang sedang dan akan dilaksanakan di wilayah Kecamatan Langensari ini,” kata Asno.

Sebelumnya, warga menduga proyek pelebaran jalan tersebut tak sesuai kontruksi, di mana tingkat kedalaman galian dimanipulasi atau tidak sesuai perencanaan. Pada waktu itu, kedalaman galian hanya 30 centimeter dari seharusnya 40 centimeter. Kemudian, pengurugannya pun tidak didasari akgirat setebal 10 centimeter. Alhasil, ketebalan pengecorannya pun kurang dari 27 centimeter. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!