Perawat Ciamis Didorong Tingkatkan Kompetensi

08/11/2016 0 Comments
Perawat Ciamis Didorong Tingkatkan Kompetensi

Kegiatan pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) yang digagas PPNI Kabupaten Ciamis beberapa waktu lalu. Photo : Heri Herdianto/ HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

PPNI Kabupaten Ciamis terus berusaha meningkatkan kompetensi sumber daya kesehatan, khususnya perawat dalam penanganan gawat darurat dan melaksanakan pelayanan di lingkup Puskesmas, rumah sakit, klinik dan fasilitas lain.

Wakil Ketua Satu bidang Organisasi, Hukum, Pemberdayaan Politik, Pengembangan Kerjasama dan Humas PPNI Ciamis, Hamlan SKM, ketika dimintai tanggapan oleh Koran HR, minggu lalu, membenarkan, pihaknya terus berusaha untuk memberikan pelayanan dalam lingkup organisasi, meningkatkan kompetensi sumber daya kesehatan dengan cara mengadakan training ataupun pelatihan peningkatan kompetensi.

Hamlan menuturkan bahwa menjadi seorang perawat merupakan profesi yang unik dibanding dengan profesi yang lain. Sebab, dalam hal pelayanan, perawat dituntut harus memahami orang lain.

Menurut Hamlan, seorang perawat kinerjanya dipantau secara keseluruhan selama 24 jam. Alasannya karena perawat terus berdampingan dengan masyarakat. Untuk itu, seorang perawat harus terus meningkatkan kompetensinya.

“Bila ada satu dari kami yang kerjanya tidak sesuai, jeleklah nama profesi perawat. Karena bagi masyarakat pelayanan bagus dan prima adalah satu hal yang seharusnya mereka terima,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Hamlan mengungkapkan, sebagai organisasasi profesi perawat, PPNI akan terus berupaya meningkatkan SDM perawat yang ada di bawah naungan organisasi. Salah satunya dengan menggelar pelatihan ‘Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS)’. Pelatihan ini bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan para tenaga medis dalam menangani pasien yang membutuhkan perawatan gawat darurat.

“Pelatihan tersebut meningkatkan tenaga SDM perawat dan sebagai aturan tenaga pelayanan publik untuk mendaptkan akreditasi. Dimana mereka harus memiliki sertifikat kompetensi perawat seperti SPGDT dan BTCLS,” ungkapnya.

Hamlan menjelaskan, pelatihan Basic Trauma Cardiac Life Support (BTCLS) biasanya bekerjasama dengan Instruktur pelatihan yang berasal dari Tim Pro-Emergency Jakarta. Para peserta akan diberi materi dan praktik/ skill. Dan pada bagian akhir pelatihan, para peserta akan diberikan ujian tertulis dan praktik sebagai dasar untuk menentukan lulus tidaknya peserta.

Setelah lulus pelatihan, seluruh peserta akan diberikan sertifikat kelulusan BTCLS. Sertifikat ini sangat penting untuk mengurus perpanjangan Surat Tanda Registrasi (STR). STR inidapat digunakan untuk pengembangan kualitas dan profesi, maupun karier para peserta.

Instruktur pelatihan BTCLS, Caska S.Kep, mengatakan, manfaat dari mengikuti pelatihan pelatihan BTLS-BCLS sangat penting bagi perawat untuk menambah kompetensi dasar kegawatdaruratan dalam upaya menurunkan angka kematian pada pasien trauma dan kecelakaan.

Caska menuturkan, selama pelatihan para peserta diberi teori dan praktek, termasuk apa saja yang harus dilakukan seorang petugas medis menghadapi pasien tanggap darurat, serta penanganan dalam ambulans gawat darurat basic trauma life suport.

“Mereka yang mengikuti pelatihan akan diberi langkah-langkah penanganan pasien gawat darurat dimana yang paling pertama diprioritaskan pasien itu hidupnya,  serta tindakan tindakan apa saja yang primer yang dihadapi pasien gawat darurat,” ungkapnya. (Heri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!