Rangka Jembatan di Pangandaran Hanyut Dihantam Banjir Akibat Pondasi Pendek

25/11/2016 0 Comments
Rangka Jembatan di Pangandaran Hanyut Dihantam Banjir Akibat Pondasi Pendek

Proyek pemasangan glagar jembatan yang didanai APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2016 sebesar Rp. 1,8 milyar, di Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, terkendala banjir yang terjadi kamarin. Foto: Istimewa/Koang

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Plt Kabid Binamarga Dinas PU, Perhubungan dan Kominfo Kabupaten Pangandaran, Anang Yogaswara, kepada HR Online, Jum’at (25/11/2016), mengatakan, penyebab robohnya rangka jembatan saat proses pengerjaan proyek pemasangan glagar jembatan yang didanai APBD Kabupaten Pangandaran tahun 2016 sebesar Rp. 1,8 milyar, di Desa Ciparakan, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat,  disebabkan dari kurang tingginya pondasi pancang jembatan.

“Pondasi pancang jembatan di Ciparakan ini beberapa tahun lalu sudah dibangun saat Pangandaran masih bergabung dengan Kabupaten Ciamis. Jadi, pondasinya merupakan warisan dari Pemkab Ciamis. Kami hanya melanjutkan pekerjaan jembatan, yakni tinggal memasang glagar jembatan dan lantai jembatan,” katanya.

Anang menambahkan, saat terjadi banjir kemarin, luapan air sungai langsung naik ke atas rangka jembatan. Bahkan, seperempat rangka jembatan tertutup oleh banjir. “Kami khawatir kalau rangka jembatan ini dipasang lagi, nantinya akan kembali terendam banjir. Jadi, kami saat ini tengah memikirkan solusi agar kejadian yang sama tidak terulang lagi,” ujarnya.

Pihaknya, lanjut Anang, akan melaporkan permasalahan ini kepada Bupati Pangandaaran. Namun, kata dia, pihaknya akan merekomendasikan kepada Bupati agar menghentikan proyek pemasangan jembatan tersebut dan proyeknya dilanjutkan pada tahun anggaran 2017 mendatang.

“Pondasi jembatan yang dibangun oleh Pemkab Ciamis harus dirombak kembali, karena kontruksinya terlalu pendek. Kalau pondasinya tidak ditinggikan, maka kalau terjadi banjir uapan air sungai akan kembali menghantam rangka jembatan,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Anang, pemasangan glagar jembatan sebaiknya dihentikan. Dan pada tahun 2017 mendatang dianggarkan untuk merenovasi pondasi jembatan dan pemasangan glagar jembatan. “Tapi, proyek glagar jembatan yang saat ini dikerjakan harus diselesaikan sampai tuntas. Namun, glagar jembatannya tidak dipasang dulu atau bisa disimpan di lokasi proyek. Nah, nanti setelah pondasinya dirombak, baru glagar jembatan dipasang kembali,” terangnya. (Bgj/R2/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!