Selebaran Berbau SARA Beredar di Pangandaran

09/11/2016 1 Comment
Selebaran Berbau SARA Beredar di Pangandaran

Ia Kurniasih (35) memperlihatkan lokasi penempelan selebaran berisi penghinaan terhadap agama dan Negara yang dipasang oleh orang tak dikenal di dinding mesjid. Photo : Madlani/ HR

Berita Pangandaran, (hararapanrakyat.com),-

Warga Dusun Babakan, Desa Parigi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, diresahkan oleh selebaran yang berbau SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan) yang dipasang di dua dinding mesjid.

Ade Nanang, warga setempat, ketika ditemui Koran HR, Senin (07/11/2016) lalu, mengatakan, selebaran berisi penghinaan terhadap agama dan negara itu dia temukan usai melaksanakan sholat dzuhur.

“Setelah sholat dzuhur, dua selebaran itu sudah menempel di dinding mesjid At Taqwa, tepatnya di dibalik pintu masuk dengan posisi berjejer,” kata Ade.

Awalnya, Ade mengaku tidak tertarik dengan isi selebaran yang terpasang di dinding. Namun setelah diperhatikan secara seksama, tepatnya setelah ashar, ternyata isi dari selebaran itu menjurus ke arah penghinaan agama dan negara.

“Tulisannya kecil dan banyak kotak juga, agak susah dimaknai, hanya saja isinya menghina agama islam dan pancasila,” kata Ade.

Sesaat setelah mengetahui isi selebaran itu, Ade kaget dan langsung menghubungi Ketua RT dan RW, kemudian dilanjutkan dengan menyisir ke sejumlah mesjid yang lain. Ternyata, selebaran serupa tertempel di dindung mesjid Al Huda. 

“Di mesjid Al Huda, juga terdapat selebaran yang sama, berisi penghinaan. Warga kahirnya sepakat intuk mencabut selebaran itu lantaran khawartir akan memicu konflik di masyarakat,” katanya.

Ia Kurniasih (35), warga lainnya, mengungkapkan, pada pukul 08.00 WIB, dia melihat ada seorang pria berjaket hitam dan membawa tas masuk ke mesjid. Dia masuk dari arah utara mesjid dan menyimpan sandal di mesjid bagian selatan.

“Tidak berselang lama, pria itu kemudian keluar sambil menyembunyikan mukanya,” kata Ia

Ketua RW setempat, Wardoyo, ketika ditemui Koran HR, membenarkan beredarnya selebaran berisi penghinaan terhadap agama dan lambang negara Pancasila. Hasil kesimpulan sementara, kuat dugaan selebaran itu sengaja ditempel di dinding mesjid untuk mengadudomba supaya masyarakat merasa resah.

“Kami sudah memberi arahan supaya masyarakat tenang dan tidak terprovokasi oleh selebaran yang beredar itu,” katanya.

Wardoyo juga mengaku sudah melapor kepada pihak kepolisian. Kini kasus beredarnya selebaran berisi penghinaan terhadap agama dan negara itu sedang ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian. (Mad/Koran HR)

About author

Related articles

1 Comment

  1. Ryska Tyo November 09, at 14:03

    Kan jadi ada kerjaan Ya ?? Siapa coba !! Yang diuntungkanlah sebetulnya yang mesti diperiksa !! Yang lainmah, sekedar jadi korban penyangkaan doang !! Serius sob !!

    Reply

Leave a Reply