Tak Pakai Galian Pondasi, Sebab Jembatan Bailey Pangandaran Ambrol Tergerus Arus

25/11/2016 0 Comments
Tak Pakai Galian Pondasi, Sebab Jembatan Bailey Pangandaran Ambrol Tergerus Arus

Pondasi jembatan darurat (bailey) Ciputrapinggan ambrol menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya sejak Rabu (23/11/2016) malam hingga dini hari tadi. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Pilar tumpukan batu bronjong yang menahan jembatan bailey Ciputrapinggan Kabupaten Pangandaran, ternyata hanya menempel di dasar sungai atau tidak diperkokoh oleh pondasi galian. Karenanya, ketika debit air sungai meningkat, arus air yang kencang dengan mudahnya menggerus tumpukan pilar batu bronjong hingga akhirnya separuhnya ambrol.

Direktur CV Prima, Erwin Rahdiawan, pemborong yang mengerjakan jembatan bailey tersebut, mengatakan, kontruksi pilar tumpukan batu bronjong yang tanpa diberi galian pondasi sudah sesuai dengan perencanaan serta RAB pada proyek jembatan bailey yang dianggarkan sebesar Rp. 900 juta itu.

“Kami sebagai pelaksana pastinya mengerjakan sesuai dengan perencanaan yang sudah ditentukan oleh Kementerian PU sebagai pihak pemegang anggaran. Tapi, memang biasanya setiap jembatan bailey tidak menggunakan pilar pondasi galian, karena jembatan ini sifatnya hanya sementara atau kekuatannya maksimal untuk batas waktu satu tahun,” ujarnya, kepada HR Online, Kamis (24/11/2016).

Erwin menambahkan, kondisi arus dan debit air sungai Ciputrapinggan pun kerap menjadi kendala terhadap kekuatan pilar tumpukan batu bronjong. Pasalnya, arus sungai dan debit airnya sering kali tiba-tiba besar, sementara pilar tumpukan batu bronjong hanya menempel di dasar sungai.

Bahkan, kata dia, arus dan debit air sungai yang menggerus pilar bronjong kemarin lebih besar dibanding ketika menggerus pondasi jembatan permanen yang mengakibatkan ambrol.

“Coba bayangkan, pondasi jembatan permanen saja bisa ambrol, apalagi pilar bronjong jembatan bailey yang tanpa memakai pasangan pondasi galian,” ujarnya.

Menurut Erwin, arus dan debit air sungai Ciputrapinggan berbeda dengan sungai lainnya. Karena aliran air sungai Ciputrapinggan langsung mengalir ke laut. “Jadi, ketika di perairan laut terjadi rob, air dari sungai Ciputrapinggan tidak bisa mengalir ke laut. Akibatnya, air sungai berbalik arah dan mengakibatkan debit air meningkat,” ujarnya.

Namun begitu, Erwin menyatakan pihaknya siap memperbaiki pilar tumpukan batu bronjong yang ambrol, berikut memasang kembali empat tiang pancang yang hilang terbawa arus sungai.

“Meski pengerjaan jembataannya sudah selesai, namun saat ini masih dalam pemeliharaan. Jadi, ketika terjadi kerusakan, kami sebagai pihak rekanan harus bertanggungjawab, meski ambrolnya jembatan ini lebih disebabkan oleh faktor alam,” pungkasnya. (Bgj/R2/HR-Online)     

Berita Terkait

Duh! Pondasi Jembatan Bailey Ciputrapinggan Pangandaran Ambrol

Selain Ambrol, 4 Tiang Jembatan Bailey Ciputrapinggan Pangandaran Hilang

Meski Ambrol, Jembatan Bailey Ciputrapinggan Pangandaran Masih Bisa Dilintasi

Pondasi Jembatan Bailey Ambrol, Ketua DPRD Pangandaran Marah

Ini Kata Pemborong Soal Ambrolnya Pondasi Jembatan Bailey Pangandaran

Pasca Ambrol, Dishub Pangandaran Berlakukan Sistem Buka Tutup

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!