Siswa di Pangandaran Setuju UN Dihapus

02/12/2016 0 Comments
Siswa di Pangandaran Setuju UN Dihapus

Nungki, salah satu siswi SMKN 1 Padaherang, Kabupaten Pangandaran. Photo: Entang Saeful Rachman/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Ramainya perbincangan moratorium Ujian Nasional (UN) yang dilakukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mendapatkan tanggapan siswa di Pangandaran. Ujian yang menjadi momok menakutkan bagi siswa justru disambut baik setelah rencana moratorium dihembuskan.

“Secara pribadi saya setuju UN ditiadakan. Ketika menjelang UN, para siswa merasa cemas akan hasilnya bila tidak memuaskan. Sebab, UN salah satu penentu kelulusan siswa,” kata Nungki, salah satu siswa SMKN 1 Padaherang, kepada HR Online, Kamis (01/12/2016).

Hal senada juga disampaikan Yudi, siswa SMAN 1 Banjarsari. Menurutnya, sebelum UN dilaksanakan, biasanya pihak sekolah menyelenggarakan banyak pelatihan untuk menghadapi UN. Hal tersebut berdampak pada bertambahnya biaya kepada siswa maupun dari pihak penyelenggara, sekolah.

“Saya sangat setuju UN dihapus.  Sebab, bisa menghemat anggaran negara dan juga UN tidak lagi menjadi penentu kelulusan siswa,” kata Yudi kepada HR Online.

Sementara itu, Yayan, wakil kepala sekolah SMKN Padaherang, mengatakan, pihaknya selalu siap menjalankan tugas yang diberikan oleh Dinas Pendidikan soal urusan UN seperti biasanya.

“Terkait moratorium UN, kita serahkan semua kepada pemerintah. Kami hanya menjalankan aturan yang ditetapkan,” ujar Yayan.

Sedangkan Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan Banjarasari, Dede Sarto, berharap UN tidak dihapuskan. Menurutnya, UN boleh saja tidak lagi menjadi standar kelulusan siswa, namun yang paling penting Ujian Sekolah (US) yang menjadi prioritasnya.

“Kami dari UPTD Pendidikan mau tidak mau harus siap menjalankan apa yang diperintahkan Dinas Pendidikan, karena itu kewajiban kami,” tegasnya. (Ntang/R6/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!