Ini 6 Tanda Pasangan Anda Hobi Narsis

07/01/2017 0 Comments
Ini 6 Tanda Pasangan Anda Hobi Narsis

Photo: Ilustrasi net/Ist.

Berita Gaya Hidup, (harapanrakyat.com),-

Narsis bukan berarti pasangan kecanduan selfie atau update status di media sosial. Dilansir dari Yourtango, Jumat (06/01/2017), menurut psikolog, Susan Heitler, PhD., bahwa narsis, narsistik, atau narsisisme adalah istilah klinis yang mangacu pada egoisme.

Sosok narsis merupakan tipe orang yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri, pelit perhatian pada orang lain, juga sulit diajak bekerja sama. Kalau Anda tidak melakukan apa yang mereka mau, tentu saja mereka akan marah.

Nah, jika pasangan Anda menunjukkan 6 gejala sebagai berikut, waspadai karena pasangan adalah tipe narsis.

Dia tidak memedulikan perasaan, pikiran, atau ide Anda.

Bagi orang narsis, apa yang dipikirkan orang lain tidaklah penting baginya, terlebih jika pemikirannya berbeda dengan si narsis. Bukan tidak mungkin dia akan menyetujui ide tersebut nantinya, tapi kemudian akan menganggap bahwa itu adalah idenya sendiri.

Segala sesuatu selalu tentang dirinya.

Orang yang narsis terkadang bisa murah hati. Yang sulit itu saat apa yang dia inginkan berbeda dengan yang Anda inginkan. Jadi kepentingannya harus diutamakan. Selain itu, orang yang narsis juga selalu merasa lebih tahu, lebih pintar, dan selalu benar.

Tidak bisa mengikuti aturan yang dibuat oleh orang lain.

Sosok narsis mengalami apa yang disebut “tall man syndrome.” Merasa dirinya spesial dan selalu di atas orang lain, makanya aturan tidak berlaku untuk dia.

Tidak mau mendengar masalah Anda.

Kalau Anda ingin mengungkapkan perasaan atau unek-unek Anda, baik itu kecemasan atau kekhawatiran yang Anda rasakan atas keputusan dia, maka akan menanggapinya sebagai kritikan yang menyerang dia. Jadi jangan berharap dia bisa bersimpati, karena dia akan bereaksi dengan kekesalan, sebab fokusnya hanya tentang dirinya.

Ketika Anda menyangkal pendapatnya, itu adalah kesalahan Anda.

Narsis adalah tipe orang yang enggan mengambil tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan. Orang tersebut sulit berubah lantaran tidak mau belajar dari kesalahan karena merasa nggak pernah salah. Justru Andalah yang salah.

Jika dia marah, itu karena kesalahan Anda.

Selalu menyalahkan orang lain adalah cara si narsis untuk mempertahankan diri. Tapi, bila kita marah padanya, justru dia akan membalasnya dengan kemurkaan yang lebih. Dia bisa marah pada Anda karena telah membuatnya, dan itulah kesalahan Anda. (Eva/R3/HR-Online)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply