Masalah dan Peluang Pangandaran Menuju Kawasan Wisata Mendunia

28/02/2017 0 Comments
Masalah dan Peluang Pangandaran Menuju Kawasan Wisata Mendunia

Photo: Ilustrasi net/Ist

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),-

Dalam menata kawasan wisata Pangandaran menuju wilayah yang menjadi tujuan wisata dunia, Pemkab Pangandaran melalui Dinas Pariwisata terus bergerak melakukan terobosan dan inovasi untuk mewujudkannya, terutama upaya pemecahan masalah yang harus diselesaikan.

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya, Undang Sohbarudin, saat menyampaikan di hadapan Forum Komunikasi Antar Pelaku Industri Pariwisata dan Budaya di salah satu hotel di Kawasan Wisata Pantai Pangandaran, Senin (20/02/2017) lalu, menyebutkan masalah yang dihadapi Pangandaran untuk sampai ke daerah tujuan wisata dunia sangat beragam, baik dari yang paling ringan hingga paling berat.

“Setelah kami identifikasi, setidaknya ada 37 masalah yang perlu diselesaikan. Dari 37 tersebut, diantaranya adalah penataan kawasan Pantai Pangandaran yang saat ini masih banyak pedagang kaki lima. Keberadaan perahu siar, perahu nelayan serta jasa sewa peralatan renang di sepanjang bibir pantai juga menjadi masalah yang harus dituntaskan,” jelasnya.

Selain soal penataan kawasan wisata, Undang menyampaikan masalah lingkungan juga tidak bisa terlepas dari daftar masalah yang akan selesaikan Pemkab Pangandaran seperti limbah hotel dan restoran. Sementara untuk bidang infrastruktur, pihaknya juga akan meningkatkan pemeliharaan dan peningkatan kapasitas jalan di kawasan wisata.

“Satu lagi, masalah sosial seperti banyaknya orang gila, pengamen, pedagang asongan dan parkir liar juga sedang kami solusi terbaiknya. Bila di derah lain urusan wisata kurang diprioritaskan, di Pangandaran kita tekadkan menjadi salah satu sektor vital yang sangat diutamakan. Sebab, dengan mempriotitaskan sektor wisata akan berdampak pada sektor lain seperti ekonomi,” tegasnya.

Sementara itu, Heri Sigit Cahyadi, salah satu pakar pengembangan destinasi pariwisata, menyampaikan, tren sektor wisata di dunia bersifat dinamis. Artinya, salah satu kecendrungan dalam skala global adalah dengan penguatan sistem teknologi informasi.

“Saat ini, mencari rujukan wisata hingga pemesanan tiket serta akomodasi dilakukan secara daring (dalam jaringa). Maka dari itu, hal tersebut bisa juga dilakukan di Pangandaran,” paparnya.

Selain itu, Heri menyatakan dari sisi demografi, sekarang sedang menguatnya arus pelancong yang berasal dari China dan timur tengah.

“Saya pikir Pangandaran harus melihat dan menangkap peluang-peluang seperti ini. Dengan harapan, tujuan mencapai kawasan wisata yang mendunia bisa terwujud,” katanya. (Ntang/R6/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!