Warga Keluhkan Balapan Liar di Jalan Rancah-Rajadesa Ciamis

27/02/2017 0 Comments
Warga Keluhkan Balapan Liar di Jalan Rancah-Rajadesa Ciamis

Jalan Rancah-Rajadesa, tepatnya di jalan SMKN 1 Rancah yang sering dijadikan aksi balapan liar. Photo: Heri Herdianto/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Suara bising knalpot yang ditimbulkan dari aksi balapan liar di Jalan Rancah-Rajadesa, tepatnya jalan SMKN 1 Rancah, Desa Cileungsir, Kecamatan Rancah, Kabupaten Ciamis, meresahkan warga. Aksi yang sering dilakukan pada malam hari itu juga dianggap berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

Riki Rahman (28), salah seorang warga Rancah, mengungkapkan kepada Koran HR, Minggu (19/02/2017) lalu, bahwa selama ini banyak warga yang resah akibat adanya kegiatan balapan liar di Jalan Rancah-Rajadesa. Meski sudah berulang kali ditertibkan aparat kepolisian, namun aksi balapan liar masih saja terus berlangsung.

Bahkan, untuk menghindari razia petugas, biasanya para  pembalap liar itu berpindah lokasi sementara untuk menyalurkan aksinya. Ketika sudah tidak ada  penertiban, maka mereka akan kembali lagi ke lokasi tersebut.

“Biasanya balapan liar dimulai pada pukul 22.00 hingga 24.00 WIB. Kadang baru berakhir pukul 02.00 dinihari, jadi sangat menggangu kenyamanan warga sekitar. Warga jadi takut berpergian malam karena pembalap liar itu kalau naik motor tidak lihat-lihat. Belum lagi suara knalpot bising yang mengganggu waktu tidur warga setempat,” tuturnya.

Menurut Riki, selama ini warga sudah sering melaporkan hal itu kepada aparat kepolisian, tetapi aksi balapan liar masih saja sering terjadi. Bahkan, saat Sabtu malam kemarin (19/02/2017) lalu, telah terjadi tabrakan maut yang berujung meninggalnya salah satu pelaku balapan.

“Tabrakan terjadi berawal adanya dua pengendara yang bermaksud adu kecepatan motor. Tapi dari arah berlawanan datang motor yang dikendarai warga, sehingga terjadi kecelakaan yang berakibat meninggalnya salah satu pembalap liar saat perjalanan ke RSU Banjar, dan dua orang lainnya luka-luka,” terang Riki.

Sementara itu, Rahmat (34), pengendara motor asal Rajadesa, mengaku sangat terganggu dengan adanya aksi balapan liar yang sering dilakukan di jalan tersebut. Menurutnya, balapan liar sangat membahayakan keselamatan warga dan para pengguna jalan lainnya.

“Saya berharap aparat kepolisian memberikan tindakan tegas terhadap para remaja yang nyata-nyata telah mengganggu ketertiban umum, bahkan dinilai telah sangat meresahkan,” tandas Rahmat. (Heri/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!