Bantuan Motor Praktek di Banjar Diduga Dipakai Kepentingan Guru

26/03/2017 0 Comments
Bantuan Motor Praktek di Banjar Diduga Dipakai Kepentingan Guru

Salah satu motor bantuan praktek, honda beat poop warna putih, sesaat digunakan guru SMK 3 Banjar, yang terparkir di halaman sekolah. Photo: Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Kementrian Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kementeran Pendidikan dan Kebudayaan RI, pada awal Maret 2017 lalu, memberikan bantuan kepada SMK Negeri 3 Kota Banjar berupa empat unit motor praktek, dua diantaranya adalah Honda Beat Pop.

Namun, bantuan tersebut diduga tidak langsung digunakan seusai peruntukannya, melainkan dipakai untuk kepentingan pribadi gurunya. Berdasarkan informasi yang diterima Koran HR, motor bantuan tersebut kerap dibawa pulang oleh guru yang memakainya.

Dikonfirmasi hal tersebut, Kepala SMK Negeri 3 Banjar, H. An-Nur, membantah terhadap dugaan tersebut. Dia menegaskan, bahwa keempat motor bantuan praktek bagi siswa jurusan Teknik Kendaraan Ringan (TKR) itu digunakan guru hanya sebatas mencoba.

“Tidak lah, itu digunakan guru hanya sebatas mencoba saja. Tak ada kepentingan lain, terlebih sudah jelas peruntukannya khusus untuk praktek siswa,” tandasnya, kepada Koran HR.

Menurut An-Nur, jika memang disalahgunakan, tentu dirinya akan menegur guru yang bersangkutan, serta akan secepatnya dikomunikasikan agar keempat motor tersebut dimasukan ke ruang praktek dan siap digunakan untuk pembelajaran siswa sebagaimana mestinya.

Di tempat terpisah, Ketua Komite SMK Negeri 3 Banjar, Sutopo, mengaku dirinya tidak mengetahui persis terkait bantuan motor praktek tersebut. Sedangkan, soal digunakan guru, menurutnya hal itu mungkin hanya sekedar mengetes saja.

“Motor baru kan harus ditest dulu digunakan jalan agar mesinnya panas, dan terbiasa saat digunakan praktek. Namun, jika benar tak digunakan sesuai peruntukannya, atau digunakan untuk kepentingan pribadi secara berkepanjangan, ya salah dong. Apalagi sampai dibawa pulang ke rumah,” katanya.

Dengan adanya dugaan tersebut, Sutopo berjanji bahwa pihaknya akan secepatnya mengkoordinasikan dengan pihak sekolah. Kalau memang dugaan itu benar, maka persoalan ini akan menjadi bahan perhatian pihaknya.

Sementara itu, berdasarkan informasi terbaru yang diterima Koran HR, saat ini motor bantuan praktek siswa itu sudah tidak lagi digunakan untuk kepentingan pribadi guru, setelah Kepala SMK Negeri 3 Banjar memanggil dan menegur guru yang bersangkutan (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!