Menyoal Los Pasar Muktisari Banjar, Ukuran Menyempit, Jumlah Bertambah

05/03/2017 0 Comments
Menyoal Los Pasar Muktisari Banjar, Ukuran Menyempit, Jumlah Bertambah

Pasar Muktisari Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Dokumen HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Pembangunan pasar tradisional menjadi pasar semi modern di Kelurahan Muktisari, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, yang baru selesai dibangun dua lantai itu memang terlihat mengagumkan. Tetapi, bagi pedagang yang akan menempatinya, kondisi di dalam bangunan pasar tersebut malah tampak memprihatinkan. Pasalnya, luas los yang ada jadi menyempit.

Sebelumnya, ukuran los bangunan pasar lama seluas 2,5 x 2 meter, dan setelah dibangun hanya berukuran 2 x 1,9 meter. Selain itu, setiap ruas jalan yang dibuat juga sempit, yakni hanya 90 centimeter. Dengan perubahan tersebut otomatis jumlah los pun bertambah.

Bila dilihat dalam gambar awal, seperti yang disebutkan pihak pelaksana proyek beberapa waktu lalu, bahwa pembangunan pasar semi modern yang dibuat dua lantai ini akan berdiri 366 los dan 260 kios. Untuk lantai bawah terbagi 276 los dan 160 kios, sedangkan lantai atas terbagi 90 los dan 100 kios.

Namun, pada kenyataannya sekarang jumlah los yang ada di lantai dasar saja dibuat sebanyak 362 los, dan dilantai atas tetap ada 90 los. Sehingga, jumlah total bertambah menjadi sebanyak 452 los. Dengan demikian pula, secara perhitungan masih ada kelebihan sebanyak 90 los.

Dikonfirmasi hal tersebut, Site Manager proyek revitalisasi Pasar Muktisari (PT. Tangga Utama Jaya Abadi-red), Dedi, mengatakan, perubahan ukuran los tersebut, yakni yang dibuatnya dengan diberi tanda berupa cat, itu sudah sesuai gambar susulan yang diberikan Bidang Cipta Karya.

“Itu sudah sesuai gambar baru yang diberikan dan sesuai arahan direksi. Malahan sempat hingga tiga kali rubah. Itu juga untuk mengakomodir keinginan dari paguyuban, yang katanya jumlah los kurang,” terang Dedi, saat ditemui Koran HR, Minggu (26/02/2017) lalu.

Sepengetahuannya, los yang dibuatnya itu diperuntukkan bagi pedagang sayuran. Jadi masalah jumlah los bukan kesalahan pihaknya. Terlebih dalam mengerjakan pemberian ciri batas los atas permintaan bantuan Cipta Karya dan itu di luar kontraktual.

“Apa pun yang kami kerjakan sesuai arahan direksi. Namun, selanjutnya untuk kelebihan jumlah los yang ada, kami tak mengetahui persis,” tandas Dedi. (Nanks/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!