Nasib Penjual VCD di Banjar di Tengah Pesatnya Teknologi

12/03/2017 0 Comments
Nasib Penjual VCD di Banjar di Tengah Pesatnya Teknologi

Dagangan Iman di sekitaran Pasar Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR​.

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Melesatnya perkembangan teknologi dari berbagai macam bentuk dan kegunaannya dalam kehidupan sehari-hari, tentu banyak orang yang rindu, bahkan acuh tak acuh, dengan sebuah benda yang memang saat ini tak lagi familiar seperti tempo dulu.

Dulu, untuk menyaksikan sebuah video, masih menggunakan sebuah kaset berbentuk kotak besar dengan ukuran lebar pita sekitar 1 centimeter. Sedangkan untuk mendengarkan sebuah lagu, masih menggunakan kaset pita yang ukurannya lebih kecil dari kaset video.

Setelah maju, peralihan penyimpan audio dan visual baik music MP3 maupun video ke sebuah piringan ukuran kecil, kaset VCD/DVD, hampir merata dirasakan semua orang seantero jagad ini. Mulai dari MP3 dan VCD/DVD film original maupun bajakan, kemajuan teknologi tersebut mengalahkan pendahulunya, kaset pita.

“Kalau dulu, saya jualan kaset VCD/DVD itu sangat laku. Apalagi harganya merakyat,” kata Iman (28), salah satu penjual VCD di Pasar Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar, kepada Koran HR, Senin (06/03/2017) lalu.

Dengan berjalannya waktu, lanjut Iman, teknologi pun semakin memudahkan masyarakat yang ingin mendengarkan music tanpa harus membeli VCD/DVD dengan adanya MP3 dan MP4 player. Meski begitu, dagangannya tetap masih memiliki daya tarik masyarakat kelas menengah ke bawah.

Saat dunia smartphone mulai tumbuh, lanjut Iman, usahanya semakin menyusut lantaran masyarakat banyak yang melirik ke ponsel pintar. Dengan berbagai macam fitur yang menyediakan seperti pemutar MP3, MP4, internet, telepon dan SMS, minat masyarakat terhadap kaset VCD dan DVD pun terjun bebas.

“Ya sampai sekarang ini kondisinya tidak secerah dulu. Sekarang saya tetap bertahan dagang kaset VCD/DVD. Alhamdulillah masih ada saja rezeki yang saya dapat buat beli beras,” ucap Iman yang sejak sekitar sepuluh tahun silam berdagang kaset pita maupun kaset VCD/DVD.

Di lokasi berbeda, Ujang justru lebih memilih jemput bola menjajakan kaset VCD/DVD dari rumah ke rumah dengan berjalan kaki. Meski tak banyak lagi peminat dagangannya karena teknologi smartphone lebih laku, ia tetap menjalani hidup dengan penuh harap kaset VCD nya ada yang membeli.

“Dari ratusan rumah yang saya lewati, belum tentu ada yang beli. Di tempat keramaian juga belum tentu ada yang melirik. Namun, Tuhan maha adil, ada saja yang membeli meski jumlahnya hanya satu keeping VCD,” ungkapnya kepada Koran HR.

Yanto mengaku, dirinya tak ada pilihan lain berjualan kaset VCD yang berisi klip-klip penyanyi dari berbagai genre. Sebab, tidak sedikit pemilik kendaraan roda empat masih memutar musik di mobilnya dengan sebuah VCD.

“Sekarang juga sudah banyak yang menggunakan flashdisk untuk memutar musik maupun menonton video klip. Tapi saya tetap memilih profesi ini karena memang sudah tidak pilihan lain. Kemampuan minim, sekolah juga hanya sampai SD, ditambah saya sebagai tulang punggung keluarga. Mau tidak mau saya harus tetap berjuang,” ujarnya.

Menyusuri jalanan, menawarkan dari rumah ke rumah, hingga menjajakan di tempat ramai, kata Yanto, kadang dirinya tak lantas pulang ke rumah sebelum uang ia dapatkan dari jualan kaset VCD.

“Sudah biasa 2 hari atau 3 hari, bahkan 1 Minggu tak pulang kalau belum dapat uang yang cukup buat keluarga. Paling penting, prinsip saya adalah mendapatkan rezeki dari keringat sendiri dan uang tersebut halal,” pungkasnya. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!