Pemerintah Setempat di Banjar Apresiasi KKN Berbasis Sisdamas UIN Bandung

16/03/2017 0 Comments
Pemerintah Setempat di Banjar Apresiasi KKN Berbasis Sisdamas UIN Bandung

Fera Mada, Lurah Bojongkantong, Kecamatan Langensari, Kota Banjar. Photo: Muhafid/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),-

Lurah Bojongkatong, Kecamatan Langensari, Fera Mada, mengaku gembira dengan kehadiran para mahasiswa yang melaksanakan KKN Sisdamas di wilayahnya. Sebab, pemerintah merasa terbantu dengan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh masing-masing kelompok mahasiswa bersama masyarakat.

“Tentu hal positif yang kami rasakan, terutama dalam membantu berbagai kegiatan pemerintah, dan masyarakat semakin semangat menjalankan program kita. Sebab, masyarakat akan lebih antusias bila ada orang-orang baru hadir di tengah-tengah mereka. Kendati demikian, kami tetap terus menjalankan program sesuai dengan agenda, meskipun mereka hanya dengan waktu yang cukup singkat di Banjar ini,” ungkap Fera.

Di tempat terpisah, Sekretaris Desa Sukamukti, Nana Juhana, mengaku sangat apresiasi dengan kehadiran para mahasiswa di wilayahnya. Pasalnya, semangat membangun wisata yang kini tengah digelorakan pihak desanya dapat dibantu oleh para mahasiswa. Selain itu, pemberdayaan dalam berbagai kegiatan pemerintah maupun masyarakat juga sangat besar dampaknya.

“Kita ada perpustakaan di desa, sekarang tertata rapih dengan berbagai konsep yang digagas mahasiswa dan membuat masyarakat semakin tumbuh minat bacanya. Untuk wisata, kami juga sangat terbantu dengan adanya mereka. Selama satu bulan ini para mahasiswa membantu membenahinya dan mempromosikan wisata yang ada di Sukamukti,” kata Nana.

Sementara itu, Ketua Kota Layak Anak (KLA) Kota Banjar, Ety Nuhadiati, yang juga ikut andil dalam kegiatan para mahasiswa dalam sosialisasi soal pergaulan para pelajar di wilayah Langensari, mengaku kalau pihaknya pun tengah fokus pembenahan dan pengawalan moral, serta berbagai kegiatan yang khusus ditujukan baik kepada orang tua maupun anak. Sebab, di wilayah Langensari kasus perbuatan asusila dinilai cukup tinggi angkanya.

“Dengan siapa pun kita mau bekerja sama untuk memperbaiki moral, maupun menumbuhkan anak-anak dan masyarakat agar menjadi lebih baik, termasuk dengan mahasiswa,” ucapnya.

Karena itu, pihaknya juga ingin mengarahkan anak-anak maupun masyarakat untuk berbuat hal-hal yang baik. Jangan sampai generasi muda terbawa arus negatif yang justru menjerumuskan ke masa depan yang kelam.

“Selama ini kita tidak henti-hentinya melakukan kegiatan pendampingan, agar kesan di Banjar lebih baik lagi dari sebelumnya, terutama masalah moral,” kata Ety. (Muhafid/Koran HR)

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!