Petani & 7 Kades di Ciamis akan Laporkan Oknum Petugas Pintu Air

26/03/2017 0 Comments
Petani & 7 Kades di Ciamis akan Laporkan Oknum Petugas Pintu Air

Pintu air saluran irigasi Cibiuk, Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, yang ditutup sepihak oleh petugas PSDS BBWS Citanduy. Photo: Eli Suherli/HR.

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-

Buntut dari soal penutupan pintu air saluran irigasi Cibiuk di wilayah Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang dilakukan oknum pegawai PSDA BBWS Citanduy, para petani dari tujuh desa mendatangi Mapolsek Lakbok untuk melaporkan kejadian tersebut. Pasalnya, dengan ditutupnya pintu air, mereka tak bisa menggarap lahan sawahnya.

Kepala Desa Purwadadi, Elon, mengatakan, pihaknya bersama petani sengaja datang ke Kantor Polsek Lakbok dikarenakan adanya tindakan sepihak yang dilakukan petugas pintu air, yakni menutup pintu air selama 1×24 jam.

“Akibat ditutupnya pintu saluran irigasi Cibiuk, maka petani harus menunda menggarap lahan pesawahannya lantaran air yang dibutuhkan tidak mengalir. Bahkan pada hari Minggu hingga pukul 11 siang, kami belum mendapatkan air yang dibutuhkan,” ungkap Elon, kepada HR Online, saat ditemui Minggu (26/03/2017).

Lebih lanjut Elon mengatakan, atas laporan petani kepada dirinya, maka pihaknya bersama desa lain yang tidak mendapatkan air akan melaporkan kejadian ini ke Polres Ciamis. Sebab, oknum petugas PSDA sudah berlaku tidak adil terhadap kepentingan para petani yang membutuhkan air. Terlebih saat ini sedang dilakukan penggarapan lahan dan siap untuk penanaman.

Namun, sebelum ke Polres Ciamis, pihaknya terlebih dahulu mengadukan kejadian ini kepada Polsek Lakbok. “Ini pertama adanya kejadian yang sangat merugikan para petani. Sementara kami dituntut harus segera melakukan percepatan masa tanam padi, tapi air yang dibutuhkan berkurang. Jelas kami sebagai petani merasa dirugikan dan kami tidak akan segan-segan untuk membawa permasalahan ini ke ranah hukum untuk menyeret oknum PSDA yang sudah sewenang-wenang menutup saluran irigasi tanpa pemberitahuan sebelumnya,” tandasnya.

Menurut Elon, jika petugas PSDA memberitahu terlebih dahulu terkait penutupan pintu air karena ada sesuatu hal, seperti adanya kebocoran saluran, hal itu bisa dimaklumi para petani. Namun, apabila saluran irigasi normal terus dilakukan penutupan, itu adalah kesalahan besar petugas PSDA.

Sementara itu, Kapolsek Lakbok, AKP. Edih Permana, mengaku menyambut baik kedatangan para petani dan juga kepala desa. Bahkan permasalahan yang mereka sampaikan sudah ditampung oleh pihaknya.

“Saat ini saya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Yang jelas kami dari Polsek Lakbok siap membantu para petani dan juga kepala desa dalam permasalahan ini. Terkait mereka akan lapor ke Polres, itu lebih baik,” katanya.

Edih juga mengatakan, pihaknya berharap dengan adanya permasalahan ini seluruh petani dan kepal desa dari tujuh desa, diantaranya petani Desa Sidaharja, Kertajaya, Karangpaningal, Purwadadi, Purwajaya, dan Sindangangin, tidak bertindak anarkis dan bisa menjaga kondusifitas daerah.

“Apabila persoalan ini akan dilaporkan ke Polres Ciamis, kami tentu akan ikut membantu memfasilitasinya,” tandas Edih. (es/R3/HR-Online)

Berita Terkait:

About author

Related articles

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!